Peristiwa

Antisipasi Kebakaran Hutan, Ponorogo Gelar Simulasi

Ponorogo (beritajatim.com) – Bulan Agustus – September diperkirakan puncak musim kemarau. Untuk mengantisipasi kejadian kebakaran petugas dari polisi, TNI, Pemadam Kebakaran, BPBD, dan Polhut, mengadakan apel siaga dan simulasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan yang diikuti lintas sektoral itu dilaksanakan pada Selasa (20/8/2019) di lapangan Desa Nongkodono Kecamatan Kauman Ponorogo.

Menurut informasi beritajatim.com di lapangan, usai acara apel diadakan simulasi penanganan kebakaran. Hutan pohon jati di sekitar lapangan Desa Nongkodono tiba-tiba dibakar oleh orang tidak dikenal. Warga langsung melapor, kemudian dimotori oleh bhabinkamtibmas, babinsa dan perangkat desa mengajak warga untuk memadamkan api. Mengantisipasi kebakaran meluas, mobil pemadam didatangkan untuk mematikan titik api.

”Untuk memperkecil potensi kebakaran di daerah rawan, kami mengoptimalkan peran sinergitas tiga pilar yakni bhabinkamtibmas, babinsa dan perangkat desa,” kata Kapolres Ponorogo AKBP. Radiant, saat ditemui awak media usai apel, Selasa siang.

Radiant mengungkapkan menurut data pada tahun 2018 tercatat ada 58 kasus kebakaran hutan dan lahan. Dan untuk tahun 2019 sampai bulan Agustus ini terjadi 10 kasus. Radiant mengapresiasi masyarakat yang sekarang sudah dewasa, segera bertindak bila terjadi kebakaran yakni dengan upaya memadamkan dan melaporkannya. Langkah tersebut bisa meminimalisir resiko kebakaran tersebut.

”Polisi juga bersinergi dengan instansi terkait untuk sosialisasi pencegahan dengan memasang banner peringatan dini di tempat-tempat yang sering terjadi kebakaran,” katanya.

Polisi juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa orang yang sengaja membakar hutan atau lahan ada hukum pidananya. Yakni sesuai undang-undang nomor 41 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

”Selama ini kebanyakan penyebabnya adalah kelalaian masyarakat yang membuang puntung rokok sembarangan,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar