Peristiwa

Antisipasi Banjir, Personil Gabungan Bersihkan Aliran Sungai

Pamekasan (beritajatim.com) – Sejumlah personil gabungan dari berbagai instansi di kabupaten Pamekasan, bahu-membahu membersihkan aliran sungai yang dipenuhi sampah ranting pohon yang disinyalir menjadi salah satu penyebab banjir di wilayah setempat.

Personil gabungan tersebut, dikomando langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI-Polri, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR), Camat dan Lurah, serta sejumlah relawan dan masyarakat setempat.

Titik pembersihan sampah ranting pohon yang tersendat di tiang jembatan penghubung, dilakukan di aliran sungai di Keurahan Gladak Anyar, Kecamatan Pamekasan, Minggu (24/1/2021). “Giat ini sebagai salah satu upaya mengantisipasi banjir,” kata Kepala BPBD Pamekasan, Amin Jabir.

“Sesuai instruksi Bupati Pamekasan (Badrut Tamam), kami berkewajiban untuk terjun langsung melakukan berbagai langkah antisipatif terhadap banjir. Salah satunya dengan melakukan pembersihan aliran sungai bersama sejumlah instansi terkait dan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Kondisi aliran sungai Kali Semajid di Jl Trunojoyo Pamekasan.

Pihaknya menilai dibutuhkan keterlibatan semua pihak untuk mengantisipasi bencana banjir seperti yang terjadi pada beberapa pekan sebelumnya. “Persoalan banjir ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah kabupaten semata, tetapi dibutuhkan keterlibatan semua pihak dan tentunya kesadaran semua lapisan masyarakat,” jelasnya.

“Kita melaksanakan instruksi bupati, persoalan banjir ini harus kita selesaikan dengan menggandeng sejumlah instansi terkait. Terima kasih kepada segenap instansi terkait, ini ikhtiar kita untuk mewujudkan Pamekasan Hebat dan Pamekasan Tangguh Bencana dengan rangka mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kabupaten Pamekasan khususnya wilayah perkotaan dilanda banjir sebanyak dua kali dalam dua bulan terakhir. Banjir pertama terjadi pada Jum’at (10/12/2020) lalu. Serta banjir kedua yang mengakibatkan sejumlah jembatan penghubung putus terjadi pada Senin (11/1/2021) lalu.

Intensitas hujan deras plus dangkalnya aliran sungai di wilayah perkotaan, menjadi salah satu pemicu banjir di wilayah perkotaan. Bahkan langkah antisipatif barupa mitigasi aliran sungai menjadi salah satu upaya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk mencegah banjir di Pamekasan.

Namun hingga saat ini, belum ada upaya konkrit dari gagasan dan ide dari Gubernur Khofifah. Terbukti belum adanya langkah pengerukan aliran sungai yang sebagian lahan aliran ditanami rumput hingga pohon pisang, tentunya kondisi tersebut mengganggu aliran air yang mengakibatkan badan sungai tidak mampu menampung debet air. [pin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar