Peristiwa

Ansor Hadapi Persoalan Multidimensi

Pelantikan pengurus cabang GP Ansor Jombang periode 2019-2022 di aula kantor PCNU, Sabtu (19/10/2019). [Foto/yusuf wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Pengurus Cabang GP (Gerakan Pemuda) Ansor Jombang periode 2018-2022 resmi dilantik, Sabtu (19/10/2019). Pelantikan tersebut berlangsung di aula Kantor PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) setempat.

Ketua PC GP Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto mengatakan, sedianya pelantikan tersebut dihadiri Ketua Umum PP (Pengurus Pusat) GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas. Namun karena berbarengan dengan persiapan pelantikan Presiden-Wakil Presiden, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, sehingga acara di Jombang diwakilkan Wakil Ketua PP GP Ansor, Syaikhul Islam.

Zulfikar yang akrab disapa Gus Antok mengatakan, Ansor ke depan menghadapi persoalan multidimensi. Di tingkat internal, kader Ansor dibelit soal rendahnya tingkat pendidikan, kemudian tidak terserapnya kader pada dunia kerja sehingga banyak yang menganggur. Selain itu juga soal kemiskinan dan ketidakmandirian.

“Ada beberapa problem kritis yang sudah kami kaji pada realita kehidupan sahabat-sahabat kader Ansor dan Banser di Jombang. Mulai rendahnya tingkat pendidikan, kemiskinan, hingga ketidakmandirian. Itu persoalan-persoalan yang harus kita tuntaskan ke depan,” ujar Gus Antok usai dilantik.

Sebenarnya, lanjut Gus Antok, pada kepengurusan periode pertama (2014-2018), dirinya sudah mengubah mindset bagaimana kader Ansor bisa lebih mandiri secara jamiyah. Sehingga hal itu bisa merembes ke masyarakat sekitarnya.

Nah, di kepengurusuan dirinya yang kedua ini, Ansor Jombang berusaha menjawab persoalan-persoalan tersebut. Salah satunya dalam waktu dekat akan melaunching Ansormart networking. Yakni membangun jaringan toko-toko yang dimiliki kader Ansor di masing-masing desa. “Toko-toko tersebut kita ikat dalam satu jaringan kerja,” ujarnya.

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab saat memberi sambutan pada acara pelantikan pengurus cabang GP Ansor periode 2019-2022. [Foto/yusuf wibisono]
Bukan hanya persoalan internal, Ansor juga dihadapkan masalah kebangsaan. Yaitu tentang banyaknya anak muda yang terpapar radikalisme, juga anak-anak muda yang terjebak narkoba. “Kita inginnya menjawab semua persoalan yang multidimensi tersebut. Itu semua menjadi bidang garapan kita,” sambungnya.

Selain pengurus pusat, pelantikan tersebut juga dihadiri jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah). Yakni Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Ketua DPRD Masud Zuremi, Kapolres AKBP Baby P Tambunan, serta Komandan Kodim/0814 Letkol Inf Triyono.

Dalam sambutannya, Bupati Mundjidah mengajak Ansor Jombang untuk bersinergi mengawal pembangunan di Kota Santri. Dengan begitu, cita-cita mewujudkan Jombang yang berkarakter dan berdaya saing semakin cepat terwujud. Bupati lantas mencontohkan tingginya kasus narkoba di Jombang. Tentu saja, pemberantasan narkoba itu membutuhkan peran semua pihak, termasuk Ansor.

“Kami berharap peran serta GP Ansor dalam pembangunan di Jombang. Mari melakukan sinergi dengan pemerintah kabupaten,” ujar Mundjidah dalam sambutannya. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar