Peristiwa

Angkut Garam dan Bawang Merah, Kapal Sahabat Muslim Tenggelam di Perairan Sakala Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) – Musibah laut terjadi di Perairan Sakala, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep. KLM Sahabat Muslim tenggelam di perairan tersebut.

“Kapal tenggelam akibat dihantam ombak besar. Tapi Alhamdulillah, nahkoda dan ABK semuanya selamat,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Jumat (24/07/2020).

Peristiwa itu berawal ketika KLM Sahabat Muslim berangkat dari Pelabuhan Bima menuju Banjarmasin pada Senin (20/07/2020). Kapal yang dinahkodai Zaidun dengan lima anak buah kapal (ABK) memuat garam dan bawang merah.

Di tengah perjalanan, yakni pada Kamis (23/07/2020) di Perairan Sakala, Desa Sakala, Kecamatan Sapeken, kapal dihantam ombak besar sehingga papan lambung sebelah kanan terlepas dan air laut mulai masuk. Akibatnya kapal penuh dengan air dan tenggelam.

“Nahkoda pun langsung mengintruksikan kepada ABK untuk meninggalkan kapal dengan membuat rakit dari drum minyak yang disusun,” terang Widiarti.

Setelah sehari terapung di laut, hari ini nahkoda dan para ABK berhasil ditemukan oleh tim SAR Sapeken di Perairan Pagerungan Kecil sebelah utara dalam keadaan sehat dan selamat. “Seluruh korban kemudian dibawa dan ditampung di rumah Khairil, warga Dusun Mandar, Desa Sapeken, Kecamatan Sapeken,” terangnya. (tem/kun)

Berikut nama nahkoda dan ABK KLM Sahabat Muslim.

1. Nahkoda Kapal, Zaidun (60), warga Kota Bima;
2. Juru minyak, Andi Muhamad Herianto (36), warga Kota Bima;
3. KKM, Suaeb (53), warga Kota Kediri;
4. Juru Mudi, Istama (35), warga Kota Blitar;
5. Juru minyak, Kamli (34) asal kota Bima;
6. Juru minyak, Brunai Darusalam (27), asal kota Bima





Apa Reaksi Anda?

Komentar