Peristiwa

Angka Perceraian Tinggi, Sampai September 2020 Sudah Ada 2 Ribu Janda

Wali Kota Malang, Sutiaji.

Malang (beritajatim.com) – Angka perceraian pasangan suami istri di Kota Malang cukup tinggi. Pada tahun 2020 hingga periode September sudah ada 2 ribu kasus perceraian. Akibatnya ribuan warga kini berstatus janda dan duda.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan penyebab utama perceraian di Kota Malang adalah faktor ketidak cocokan. Untuk itu, diperlukan bimbingan pra nikah agar muncul kesamaan dalam menjalankan rumah tangga.

“Angka perceraian semakin hari semakin naik, banyak instrument. Salah satu diantaranya, faktornya perceraian itu karena ketidakcocokan,” kata Sutiaji, Jumat, (16/10/2020).

Dalam bimbingan pra nikah yang kini diwajibkan, tujuan utamanya adalah meminimalisir angka perceraian. Mereka akan mendapatkan bimbingan keagamaan mendapatkan ilmu dan melatih pasangan untuk saling peka terhadap satu sama lain.

“Pengetahuan-pengetahuan baik psikologi, keagamaan yang diyakini ini dipadukan. Jadi orang nikah itu akalnya iya, lalu nurani. Meski mereka sudah punya insting, bagaimana kalau sudah dinikahkan itu nanti akan mampu mengeliminasi yang tidak baik,” ujar Sutiaji.

Sutiaji mengatakan, aspek keagamaan dan keilmuan tidak kalah penting di luar aspek ekonomi. Menurutnya, faktor ekonomi justru membuat orang enggan segera menikah. Berbagai faktor tantangan berumah tangga seharusnya bisa direncanakan saat sebelum dan sesudah menikah.

“Alasan ekonomi itu menjustifikasi, tapi terkadang faktor ekonomi menjadi alasan orang enggan segera menikah. Mestinya kalau sudah siap ya menikah saja, mampu untuk dirinya dulu. Inilah yang menjadi satu upaya bisa menekan angka perceraian. Dan bagi yang tidak bercerai tetap bagaimana dia mampu merencanakan rumah tangganya dengan baik. Selanjutnya bagaimana mereka menjadi keluarga yang sakinah dan tentram,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar