Peristiwa

Angin Kencang di Surabaya Terbangkan Atap Galvalum Sejauh 30 Meter

Atap rumah dari galvalum yang terbang terbawa angin sejauh 30 meter di Kapas Madya II, RT 05 RW 01, Tambaksari, Surabaya, Minggu (22/11/2020).(Istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Hujan disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Surabaya, Minggu (22/11/2020), menerbangkan atap galvalum rumah lantai tiga di Kapas Madya II, RT 05 RW 01, Tambaksari, Surabaya, sejauh 30 meter. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Atap rumah milik Limmaryono Lewi Krissentosa (58), terbang terbawa angin dan menimpa pelataran rumah H Baidhowi Pahri (78). Akibatnya, atap teras rumah H Baidhowi pun mengalami kerusakan.

Bambang Vistadi, Kepala Bagian Ops Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya menjelaskan, selain menimpa atap rumah, ata[ galvalum yang sempat terbang juga menindih kabel listrik PLN. Sehingga, petugas yang terjun ke lapangan pun harus mengevakuasi atap galvalum tersebut dengan hati-hati.

“Keterangan dari warga setempat, kejadian sekitar pkl 15.00 WIB. Saat cuaca hujan disertai angin kencang tiba-tiba atap rumah yang terbuat dari Galvalum di rumah no 30 di Lantai 3 terlepas. Atap juga terbang ke arah utara hingga menimpa bagian depan rumah no 31. Jarak sekitar 30 meter,” jelas Bambang kepada beritajatim.com.

Petugas yang mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi, harus menunggu listik padam. Sebab, atap dari baja ringan ini cukup membahayakan karena menggantung di kabel listrik PLN.

Usai listirk PLN diputus alirannya, petugas pun memotong dan mengambil atap yang tergantung berada di ketinggian 4 meter. Setelah berjalan sekitar satu jam, atap pun berhasil dievakuasi tanpa ada kendala. “Korban nihil dan atap sudah dievakuasi. Sejauh ini atap galvalum jika dipasang tanpa rapat dan kuat pasti akan roboh atau terbang. Jadi cukup berbahaya kalau pasang galvalum tanpa kalkulasi prediksi angin kencang,” tandasnya.

Sementara itu sejumlah warga mengaku kaget karena suara atap jatuh cukup kencang. Usai memeriksa titik suara kencang, warga pun terkejut ada atap galvalum nyangkut di tiang listrik. Usai melihat kondisi tersebut, warga melaporkan kejadian ini ke petugas tanggap darurat di 112. Selanjutnya warga beserta petugas membantu mengevakuasi atap baja ringan tersebut. “Kaget ada suara kencang. Tapi beruntung tak ada korban jiwa. Ya banyak warga melihat kejadian tadi,” jelas Amir.(man/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar