Peristiwa

Angin Kencang di Mojokerto Sebabkan 5 Rumah Rusak dan Papan Reklame Roboh

Sebuah papan reklame dengan panjang 8m x lebar 4m Dusun Sambilawang, Desa Watesnegoro Kecamatan Ngoro roboh. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Selain menyebabkan pagar Kecamatan Pungging dan atap halaman masjid rusak, hujan disertai angin kencang yang terjadi pada, Kamis (11/3/2021) petang juga menyebabkan sejumlah rumah rusak.

Tercatat, ada dua rumah di Desa Jrambe, Kecamatan Dlanggu dan tiga rumah serta sebuah pos kampling di Desa Wates Negoro, Kecamatan Ngoro rusak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, pprakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda sidoarjo dan pantauan SIMONA BPBD sekira pukul 17.30 WIB wilayah Jawa Timur terpantau hujan sedang sampai lebat disertai angin kencang.

“Arah angin dari barat ke timur dengan kecepatan 30 km/jam. Untuk wilayah Kabupaten Mojokerto terjadi di seluruh kecamatan sehingga menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Dampaknya, pagar Kecamatan Pungging dan atap halaman masjid ukuran 7 x 2 m² dengan material galvalum di Desa Sekargadung rusak,” ungkapnya, Jumat (12/3/2021).

Angin Kencang terjang Mojokerto

 

Dua rumah di Desa Jrambe, Kecamatan Dlanggu juga rusak. Yakni di Dusun Kauman atap teras rumah milik Sulistyorini ukuran 4 x 10 m² dan tembok bangunan dapur milik Khamsyah di Dusun Sumberagung RT 3 RW 3 dengan ukuran 4 x 10 m² rusak sedang. Team Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto bersama TNI/Polri langsung membersihkan material runtuhan.

“Kedua korban terdampak angin kencang sudah diberikan bantuan berupa terpal tadi malam. Selain di Kecamatan Dlanggu, tiga rumah di Dusun Sambilawang RT 02 RW 6, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro juga rusak. Yakni atap teras milik Nur Maarif (47) rudak ringan, atap rumah milik Khusain (50) rusak sedang dan atap rumah lantai II milik Adi Triyono (40) rusak berat,” katanya.

Selain menyebabkan tiga rumah rusak, hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan sebuah pos kampling di Dusun Sambilawang, Desa Watesnegoro Kecamatan Ngoro yang terbuat dari kayu rusak. Serta sebuah papan reklame dengan panjang 8m x lebar 4m dan sebuah tiang listrik di Jalan Raya Gempol Kecamatan Ngoro roboh. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar