Peristiwa

Angin Kencang Akibatkan Puluhan Rumah Rusak di Pamekasan

Salah satu rumah warga mengalami kerusakan akibat hujan disertai angin kencang di Pamekasan, Sabtu (13/2/2021).

Pamekasan (beritajatim.com) – Sedikitnya 33 rumah milik warga di 4 (empat) desa berbeda di Kecamatan Pademawu dan Tlanakan, mengalami kerusakan akibat hujan disertai angin kencang yang terjadi di wilayah setempat, Sabtu (13/2/2021) kemarin.

Cuaca ekstrem terjadi sekitar pukul 17:50 WIB dan menyebabkan puluhan rumah rusak, khususnya pada bagian asbes dan genteng bangunan. “Kerusakan terjadi di Desa Jarin, Pademawu Timur, Majungan dan Padelegan (Pademawu), serta di Desa Larangan Tokol, Tlanakan,” kata Kasi Kesiapsiagaan BPBD Pamekasan, M Affandi, Minggu (14/2/2021).

“Berdasar catatan yang kami himpun, ada 18 rumah di Desa Jarin, 2 rumah di Pademawu Timur, 1 rumah di Desa Majungan, serta 10 rumah di Desa Padelegan, semuanya di kecamatan Pademawu. Sementara 2 rumah di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan,” ungkapnya.

Selain itu pihaknya memastikan kerusakan rumah warga akibat cuaca ekstrem sebagian besar mengalami kerusakan pada bagian atap rumah. “Kerusakan rumah warga akibat cuaca ekstrem rata-rata pada bagian atap rumah, baik dari asbes maupun genteng,” jelasnya.

“Sementara untuk kerusakan dengan kerugian materil terbesar, terdapat di Desa Majungan (Pademawu), yakni rumah milik Pak Abd Rahem (50) warga Dusun Morasongai. Di mana rumah milik Pak Rahem ini ambruk dan kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta,” sambung Affandi.

Beruntung dalam kejadian tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa, sekalipun kerugian materil relatif sangat besar. “Untuk korban jiwa nihil, kerugian materil terbesar terjadi di Desa Majungan,” imbuhnya.

Hanya saja hingga saat ini, pihaknya bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pamekasan, bersama TNI-Polri dan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat, terus melakukan pendataan di lokasi terdampak cuaca ekstrem. “Jadi tidak menutup kemungkinan juga ada yang tidak terdata,” pungkasnya. [pin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar