Peristiwa

Anggota Positif Covid-19, Kantor DPRD Kabupaten Kediri Tutup 5 Hari

foto/ilustrasi

Kediri (beritajatim.com) – Petugas BPBD Kabupaten Kediri melakukan sterilisasi Gedung DPRD setempat. Menyusul, adanya kasus penularan Covid-19 dari kalangan DPRD.

Selama tiga hari terakhir BPBD melakukan penyemprotan disinfektan di gedung wakil rakyat. Ini dilakukan sebagai langkah untuk menangkal penyebaran virus mematikan asal Wuhan China itu. Bahkan, klaster penularan di lingkungan DPRD, pemerintah daerah terpaksa melakukan lockdown selama lima hari sejak Rabu hingga Minggu (11-15/11/2020).

Dengan adanya kebijakan lockdown lokal itu, praktis gedung DPRD Kabupaten Kediri sepi tidak ada kegiatan sama sekali dan selama lima hari. Pintu depan gedung sisi timur tertutup rapat. Hanya satu dua petugas yang berjaga di ruang tunggu gedung sisi barat.

Sementara hingga Selasa (17/11/2020) siang suasana gedung DPRD Kabupaten Kediri ini masih terlihat lengang dan belum ada aktivitas seperti biasanya. Siang dan sore hari petugas BPBD kembali melakukan penyemprotan di seluruh ruangan.

Slamet Turmudi, Plt Kepala BPBD Kabupaten Kediri menyatakan, sejauh ini BPBD melakukan tugas sesuai tugas pokok dan fungsinya. Penyemprotan dilakukan selama lima hari dengan harapan tidak ada anggota DPRD Kabupaten Kediri yang tertular. Sedangkan mereka yang terpapar Covid-19 saat ini sedang isolasi mandiri.

“Untuk penyemprotan kita lakukan di dalam dan luar gedung DPRD Kabupaten Kediri. Terutama ruang sidang, ruang ketua dan wakil ketua, ruang fraksi dan ruang VVIP. Belum kita ketahui pasti anggota DPRD Kabupaten Kediri yang terpapar Covid-19 ini sesudah atau sebelum KKLD,” ujarnya.

Slamet menambahkan, tentunya kalau yang bersangkutan terpapar Covid-19 akan berlanjut dengan tracing dan pemeriksaan dengan siapa saja mereka berinteraksi. Karenanya perlu ditelusur untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kabupaten Kediri. [nm/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar