Peristiwa

Anggaran Tanggap Darurat untuk Bencana 2021 di Dinsos Kabupaten Mojokerto Hanya Rp75 juta

Mojokerto (Beritajatim.com) – Di awal tahun 2021, banjir merendam ratusan rumah di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana), Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto membuka dapur umum. Namun di tengah bencana, kebutuhan untuk belanja pasar naik sementara anggaran tanggap darurat belum cair.

Padahal, dalam setiap hari dapur umum di Desa Tempuran harus menyiapkan 2.650 nasi bungkus. Yakni 1.325 nasi bungkus untuk sarapan pagi dan 1.325 nasi bungkus untuk makan sore. Sebanyak 1.325 nasi bungkus tersebut didistribusikan untuk warga terdampak di Dusun Tempuran dan Dusun Bekucuk.

Kepala Dinsos Kabupaten Mojokerto, Lutfi Ariyanto menambahkan, jika kebutuhan untuk dapur umum setiap hari sampai 1.325 nasi bungkus. “Kami memang mengharapkan adanya bantuan dari pihak terkait. Karena di awal tahun seperti ini, anggaran belum cair. Anggaran kita di tahun 2021, hanya Rp75 juta,” urainya.

Masih kata Lutfi, dapur umum yang didirikan Dinsos Kabupaten Mojokerto di Desa Tempuran dua kali didirikan. Dapur umum di Desa Tempuran sempat berhenti sehari karena banjir sudah surut, namun banjir kembali merendam pemukiman warga sehingga dapur umum kembali didirikan.

Dapur umum di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

“Karena curah hujan yang lebah, air naik lagi sehingga dapur umum kembali didirikan. Tidak bisa diprediksi sampai kapan karena faktor hujan. Stok aman cuma bahan itu ada dua, bahan yang bisa di stok dan belanja pasar. Nah belanja pasar di awal tahun ini harganya semua naik, seperti tempe,” ujarnya.

Sehingga pihaknya berharap ada tambahan anggaran di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2021. Pasalnya, mengingatkan Kabupaten Mojokerto potensi bencana cukup banyak dengan anggaran Rp75 juta untuk satu tahun dinilai kurang. Selain itu, pihaknya berharap Pemkab Mojokerto ada perhatian untuk Tagana Dinsos Kabupaten Mojokerto.

“Kami juga berharap pemerintah daerah bisa memperhatikan anggota Tagana kita. Kita punya 45 orang yang selalu siaga saat bencana datang,” harapnya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar