Peristiwa

Ancam Keselamatan Warga, Tujuh Titik Sarang Tawon Ndas Dimusnahkan

Tuban (beritajatim.com) – Buntut meninggalnya seorang warga yang diduga akibat diserang koloni Tawon Ndas beberapa waktu lalu, membuat masyarakat kian waspada. Beberapa laporan warga yang menunjukkan lokasi sarang tawon, membuat Tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban melakukan evakuasi dan pemusnahan.

Sedikitnya ada tujuh titik sarang Tawon Ndas itu yang berhasil dievakuasi oleh tim BPBD Tuban hingga, Selasa (10/11/2019) dini hari tadi. “Evakuasi dilakukan mulai pada tanggal 9 Desember 2019 pukul 15:41 Wib dan baru selesai semua sampai dengan pukul 01:30 Wib 10 Desember 2019 dini hari tadi,” kata Emil Pancoro, Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tuban.

Sedangkan data yang dihimpun beritajatim.com, sebanyak tujuh titik lokasi Sarang Tawon Ndas yang dilaporkan warga kepada BPBD Tuban, berada di wilayah Kota Tuban, Kecamatan Jenu, Kerek, Senori dan juga di wilayah Kecamatan Parengan, Tuban. Rata-rata keberadaan sarang itu menempel di atap bangunan dan kondisinya sudah besar. “Pada hari Senin kemarin kita mendapatkan laporan ada tujuh titik Sarang Tawon Ndas di lokasi yang berbeda,” kata Emil Pancoro, Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tuban.

Untuk Sarang Tawon Ndas yang ada di wilayah Kota Tuban itu berada di teras belakang kantor Primagama jalan WR Supratman, Kelurahan Sedangharjo, Kota Tuban. Pihak dari Primagama yang menempati kantor itu baru menyadari akhir-akhir ini jika yang menggantung di atap itu merupakan Sarang Tawon berbahaya itu.

“Setelah adanya laporan dari masyarakat itu kemudian tim melakukan survei di lapangan sebelum melakukan tindakan. Evakuasi memang sering kita lakukan pada malam hari karena lebih efektif dan efesien,” tambahnya.

Adapun titik lain yang juga melaporkan adanya Sarang Tawon Ndas itu berada di rumah Satun, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, kemudian di Desa Padasan dan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek. Titik ke lima berada di rumah Astin, Desa Jatisari, Kecamatan Senori, di rumah A Setiyo Budi dan rumah bapak Amir yang keduanya berada di Desa Selogabus, Kecamatan Parengan, Tuban.

Sementara itu, dalam setiap melakukan penanganan dan petugas BPBD Tuban selalu menyiapkan satu unit PMK lantaran untuk mencegah terjadi kebakaran. Pihak BPBD menghimbau pada masyarakat yang mengetahui adanya Sarang Tawon Ndas itu untuk tidak mengganggunya dan segera melaporkan kepada petugas supaya dilakukan penanganan.[mut/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar