Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Alun-alun Magetan Dikeluhkan Pengunjung: Bau dan Jorok

Bagian parkir timur alun alun Magetan dikeluhkan pengunjung, yaitu bau tak sedap dan banyak air bekas cucian ataupun dagangan.

Magetan (beritajatim.com) – Alun-alun Magetan tak sebersih kelihatannya. Utamanya di bagian parkir timur alun-alun yang kini dipakai oleh puluhan pedagang kaki lima. Terbukti, banyak pengunjung yang mengeluhkan adanya bau busuk. Diduga bau itu berasal dari air bekas kuah makanan atau air bekas cucian yang dibuang begitu saja di paving dan saluran air kecil yang tak mengalir di bagian timur parkir.

Papan larangan membuang sampah sembarang sudah terpasang di beberapa lokasi. Namun, pantauan beritajatim.com, di area parkir timur masih ada sampah yang berserakan. Berikut, bekas-bekas kuah makanan yang masih menempel di paving. Juga, di saluran air ada terlihat bekas mie dan lemak sisa makanan. Kuat dugaan ada oknum pedagang maupun oknum pengunjung yang membuang sampah kuah makanan ke saluran air dan paving.

“Bau bacin dan busuk seperti bekas kuah makanan yang dibuang di parit kecil yang tidak mengalir lancar. Ada genangan bekas kuah di pavingnya. Tidak nyaman untuk jogging,” kata salah satu pengunjung bernama Novita Sari kepada beritajatim.com, Jumat (13/05/2022).

Bagian parkir timur alun alun Magetan dikeluhkan pengunjung, yaitu bau tak sedap dan banyak air bekas cucian ataupun dagangan.

Dia mengaku, setiap pagi biasa berjoging di area alun-alun bersama rekan-rekannya. Dia sering mendapati bau tidak sedap jika tidak turun hujan. Bau bacin muncul karena sampah cair tidak terbawa air hujan.

“Kalo malamnya hujan paginya buat jogging tidak bau terbawa aliran air hujan. Namun bila tidak hujan pasti bau seperti pagi ini. Pokoknya benar benar tidak nyaman,” ungkapnya kemudian hendak pindah ke lokasi lain.

Senada dengan Nur Sanjaya pengujung asal Dolopo Madiun yang mengeluh bau tidak sedap di alun alun sisi timur. Dirinya setelah selesai dengan pekerjaan sengaja mampir ke alun alun dan mendapati pemandangan jorok tersebut.

“Ini saya mau pindah tempat. Baunya bacin dan tidak nyaman. Sumber bau seperti dari sisa sisa makanan dari pedagang yang sengaja dibuang yang tidak habis usai berdagang,” katanya.

Dirinya menyayangkan perilaku oknum pedagang yang tidak tertib menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat umum. Menurutnya, papan tulisan larangan membuang sampah percuma karena tidak ada kesadaran dari masyarakat termasuk pedagang. Dis mengharap Pemkab Magetan menegur oknum pedagang yang tidak tertib.

”Jangan sampai tempat publik yang indah seperti alun alun Magetan dirusak kenyamanannya oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab. Saran saya, harus ada satgas sampah untuk menegur pengunjung atau pedagang yang tidak patuh dalam membuang sampah,” pungkasnya. [fiq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar