Peristiwa

Aliansi Malang Melawan Kembali Protes Omnibus Law Cipta Kerja Dengan Damai

Demo menolak Omnibus Law dari Aliansi Malang Melawan di Alun-alun Tugu, Kota Malang.

Malang (beritajatim.com) – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Malang Melawan melakukan demonstrasi menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja di kawasan Alun-alun Tugu, Kota Malang, pada Selasa, 20 Oktober 2020. Demonstrasi berjalan damai dan tertib.

Aliansi Malang Melawan terdiri dari mahasiswa, buruh dan masyarakat lainnya. Demonstrasi dimulai dengan jalan kaki dari Stadion Gajayana, Kota Malang hingga kawasan Alun-alun Tugu. Di sana mereka melakukan orasi dan teatrikal yang menggambarkan DPR RI membatalkan atau mencabut Omnibus Law.

Sekjen Federasi Kontras, Andy Irfan Junaedi juga turut melakukan unjuk rasa di Malang. Dia mengatakan Omnibus Law lahir dari kepentingan investasi yang diwadahi dalam paket kebijakan pemerintah yang dikemas dalam pemudahan izin. Hilangnya sanksi pidana pada pelanggar lingkungan hidup, dan lain sebagainya sebagai penyederhanaan.

“Ini adalah bagian aksi jaringan rakyat Indonesia yang menolak UU Omnibus Law. Kami mendesak Presiden (Joko Widodo) segera membuat Peraturan Perundang-undangan untuk mencabut Omnibus Law,” kata Andy Irfan.

Menurut mereka, Omnibus law adalah salah satu UU baru yang mengatur berbagai macam substansi dari berbagai macam subjek untuk langkah penyederhanaan beberapa UU yang masih berlaku. Dalam perkembangan terakhir, RUU omnibus law cipta kerja telah disahkan menjadi UU pada tanggal 5 Oktober 2020 lalu.

Aremania dan Aliansi Malang Melawan sepakat demo damai Omnibus Law.

Alasan utama pemerintah mengesahkannya adalah bahwa RUU ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pekerja, UMKM, hingga industri. Dari 5 program pemerintahan Indonesia, salah satu yang menjadi prioritas ialah penyederhanaan perizinan Investasi melalui regulasi Omnibus law. Hal inilah yang kemudian menimbulkan tanda tanya masyarakat.

“Seruan kepada seluruh elemen gerakan rakyat untuk bersolidaritas penuh terhadap perjuangan buruh dan rakyat dalam upaya mencabut UU Omnibus Law cipta kerja. Kita akan terus turun ke jalan sampai Omnibus Law dicabut,” tandas Andy Irfan.

Dalam demonstrasi kali ini, Aliansi Malang Melawan dikawal oleh belasan Aremania. Mereka berpesan kepada Aliansi Malang Melawan untuk menyampaikan aksinya dengan damai dan kerusuhan. Kedua kelompok ini sepakat demonstrasi menolak Omnibus Law Cipta Kerja berjalan dengan damai.

“Kami persilahkan teman-teman mahasiswa dan buruh untuk melakukan demonstrasi. Kami sama dengan mereka rakyat biasa. Tetapi kami meminta satu, jaga kondusifitas Kota Malang silahkan berdemo dengan damai,” tutur Iin Bendu Aremania Korwil Dinoyo. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar