Peristiwa

Aliansi Mahasiswa SPP Gresik Datangi Kantor DPRD Tuntut Pembebasan Biaya

Gresik (beritajatim.com) – Imbas pandemi Covid-19 membuat ratusan mahasiswa yang tergabung dalam solidaritas Pendidikan Gresik (SPP), mendatangi kantor DPRD.

Aksi mereka di kantor rakyat tersebut, menuntut agar selama pandemi Covid-19 tak ada penarikan biaya kuliah.

Aliansi mahasiswa SPP Gresik menilai bahwa selama ada virus mematikan itu. Orang tua mereka merasa terdampak. Sebab, jika tak ada keringanan biaya ancaman putus kuliah bakal terjadi.

Korlap aksi Solihul Hadi menuturkan, krisis ekonomi sangat dirasakan sekali. Hal ini karena sebagian besar orang tua mahasiswa berprofesi sebagai karyawan swasta, buruh dan petani.

“Orang tua kami belum mampu membayar. Ini akibat kondisi pandemi Covid-19 yang menghantam semua sektor,” tuturnya sambil berorasi, Rabu (1/07/2020).

Mahasiswa juga menuduh negara sudah lepas tanggung jawab persoalan pendidikan. Hal itu disebutkan mulai lahirnya undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, yang mengatur otomoni sekolah dan kampus.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Gresik Syaikhu Busiri yang berdialog bersama mahasiswa mengatakan, apa yang diperjuangkan mahasiswa. Tapi pihaknya tidak bisa menjamin hasil yang diperjuangkan akan terlaksana.

“Kami di DPRD ini juga ada batasan-batasan yang tidak bisa dilewati. Tapi secara prinsip kami sepakat dengan tuntutan mahasiswa,” tandasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar