Peristiwa

Alamat KTP Pengebrekan di Yaman Kosong dan Atap Sempat Ambruk

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebuah Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga Kabupaten Mojokerto ditemukan saat pengrebekan markas jaringan ISIS-Al Qaeda and Arabian Peninsula (AQAP) di Al Bayda, Republik Yaman. Namun alamat sesuai KTP tersebut ternyata bukan milik Syamsul Hadi Anwar.

KTP yang beralamat di Jalan Basket Blok NN Nomor 16 RT 1 RW 12 Perum Japan Raya, Desa Japan Raya, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto merupakan milik M Subekhan bukan Syamsul Hadi Anwar sesuai KTP yang ditemukan di markas persembunyian jaringan ISIS-AQAP di Al Bayda yang digerebek di Republik Yaman.

Sekretaris RT 01 RW 12, Hariyono mengatakan, pemilik rumah sesuai daftar warga RT 1 RW 12 Perum Japan Raya Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto M Subekhan. “Tapi 10 tahun lalu sudah kosong ditinggal pindah ke Kalimantan. Tempatnya kerja buka cabang di sana dan pindah sama keluarganya,” ungkapnya, Minggu (30/8/2020).

Ia pun menepis jika Syamsul Hadi Anwar merupakan salah satu anak dari M Subekhan. Menurutnya sebelumnya pindah ke Kalimantan, anak M Subekhan masih kecil. Satu duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan satu belum sekolah. Meski sempat dikontrak koperasi simpan pinjam Bangun Jaya Mandiri.

“Tahun 2015 dikontrak koperasi selama dua tahun tahun 2017 sudah kosong lagi sampai sekarang. Dari kemarin, banyak polisi dan tentara yang datang menanyakan soal ini. Saya tunjukan ini, nama-nama yang ada di koperasi. Tidak ada nama Syamsul Hadi Anwar, saya juga tidak kenal. Bukan orang sini,” ujarnya.

Hariyanto menambahkan, rumah tersebut diserahkan ke kakak dari istri pemilik rumah, M Subekhan tapi belum ditempati. Ia sendiri tidak mengetahui dimana alamat kakak ipar dari M Subekhan tersebut. Namun sekitar enam bulan lalu, atap rumah ambruk.

“Sekitar 6 bulan lalu atapnya ambruk dan baru saja diperbaiki. Ya oleh Pak Aan sendiri, bukan Syamsul Hadi Anwar seperti yang ada di KTP itu,” ceritanya. (kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar