Peristiwa

Aksi Pengeroyokan di Mojokerto, Para Pelaku Dijerat 2 Pasal

Enam pemuda diamankan dalam aksi pengeroyokan di Dusun Beru, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (15/5/2021) malam. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Setelah melakukan pemeriksaan terkait aksi pengeroyokan sekelompok pemuda terhadap salah satu pemuda di Dusun Beru, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (15/5/2021) malam, polisi telah mengantongi identitas pelaku.

Dalam kasus tersebut, pelaku tidak hanya akan terjerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan saja, namun juga Provokasi yakni Pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terkait dugaan penghasutan melalui media elektronik. Meski mengaku sudah mengantongi identitas pelaku, namun pelaku masih belum tertangkap.

“Dari salah satu perguruan silat. Mereka yang diamankan kemarin, merupakan pemicu pengeroyokan. Pelaku belum tertangkap tapi kita sudah kantongi identitasnya. Kalau pelaku sudah kami amankan, tentunya akan ketahuan motifnya,” kata Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi, Selasa (18/5/2021).

Masih kata mantan Kapolres Sumenep ini, dalam aksi pengeroyokan di Dusun Beru, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong ada, Kabupaten Mojokerto pada, Sabtu (15/5/2021) sekira pukul 22.30 WIB yang mengakibatkan satu orang pemuda terluka tersebut ada dua perkara.

“Nantinya ada dua perkara, pengeroyokan dan provokasi. Memang untuk di utara sungai, kita belum gelar latihan bersama antar perguruan silat. Di Kota Mojokerto kan sudah, mungkin nanti akan kita gelar latihan bersama untuk mengantipasi hal serupa tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Sebelumnya, sekira pukul 22.30 WIB, sekelompok pemuda berjumlah sekitar 20 orang mengendarai sepeda motor melakukan aksi pengeroyokan terhadap salah satu pemuda. Akibatnya, korban yang diketahui merupakan warga Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto mengalami luka pada kepala bagian belakang.

Korban langsung dilarikan Puskesmas Dawarblandong oleh warga sekitar untuk mendapatkan pertolongan. Pasca kejadian pengeroyokan, aksi konvoi kendaraan sepeda motor dilakukan oleh sekelompok pemuda di ruas jalan Dusun Tanjung, Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Beberapa diantaranya kedapatan membawa senjata tajam. Aparat gabungan dari TNI/Polri menghalau kelompok pemuda yang berkumpul di Dusun Tanjung, Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Sebanyak enam orang pemuda diamankan diduga menjadi penyebab korban mengalami pengeroyokan tersebut.

Hingga pukul 04.00 WIB, anggota TNI/Polri masih berjaga di Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto untuk mengantisipasi terjadinya kembali aksi pengeroyokan. Kasus pengeroyokan tersebut saat ini ditanggani Satreskrim Polresta Mojokerto. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar