Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Aksi Memanas, Warga Robohkan Pagar Pemkab Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) – Aksi unjuk rasa ratusan warga Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat semakin memanas. Massa aksi mulai terlihat emosi ketika tidak ada satupun pejabat Pemkab yang keluar menemui mereka.

“Pak Bupati, kenapa tidak keluar? Para pejabat yang ada di dalam, kenapa tidak menemui kami? Jangan salahkan kami kalau kami yang akan memaksa masuk,” teriak korlap aksi, Moh. Witri, Senin (17/01/2022).

Massa pun perlahan merangsek mendekati pintu gerbang pemkab. Pagar besi itu didorong oleh ratusan massa. Aparat kepolisian pun berusaha menahan, sehingga terjadi aksi saling dorong. Tapi akhirnya pagar besi itu pun roboh. Sebagian massa pun berhamburan masuk. Namun emosi massa itu berhasil diredam. Korlap aksi meminta agar massa tenang dalam menyampaikan aspirasinya.

“Tenang saudara-saudaraku. Kita ini masyarakat yang pintar dan terdidik. Kita sampaikan aspirasi kita dengan tertib. Pak Bupati, segera temui kami, agar kami tidak emosi,” tandasnya.

Aksi unjuk rasa tersebut merupakan buntut polemik pemilihan kepala desa (Pilkades) Matanair, Rubaru. Versi pengunjuk rasa, dengan turunnya putusan PTUN menyatakan membatalkan Keputusan Bupati Sumenep Nomor: 188/485/KEP/435.012/2019, tanggal 2 Desember 2019, terkait Pengesahan dan Pengangkatan Kepala Desa Terpilih Matanair pada Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2019 di Kabupaten Sumenep, maka seharusnya Bupati sumenep segera melaksanakan putusan PTUN tersebut.

Pada putusan nomor 79 PK/TUN/2021 poin 4 tertulis, mewajibkan tergugat agar menerbitkan keputusan baru yang isinya berupa mengangkat dan melantik penggugat (Ahmad Rasidi) sebagai kepala Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep periode 2019-2025. (tem/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar