Peristiwa

Aksi Demo Warnai Pelantikan Anggota DPRD Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Pelantikan anggota DPRD Sidoarjo periode 2019-2024 diwarnai aksi demontrasi yang dilakukan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sidoarjo, Rabu (21/8/2019).

Selain berorasi, aktivis PMII itu juga menggelar teatrikal mengkritik aksi anggota dewan. Dua pendemo terlihat tak memakai baju. Bagian dadanya ditulisi DPRD warna putih.

Dalam pengawalan aparat kepolisian yang ketat, para mahasiswa itu terus bergantian orasi. Mereka mengkritisi kinerja para wakil rakyat yang selama ini dirasa kurang maksimal.

Banyak program yang belum terselesaikan. “Program-program prioritas di Sidoarjo banyak terbengkalai. Diantaranya frontage road, rumah sakit barat dan sebagainya. Makanya, bertepatan dengan momen pelantikan ini kami turun ke jalan agar dewan yang baru bisa lebih baik,” kata Sony koordinator aksi.

Ada 10 tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam aksinya. Di antaranya, percepatan pembangunan rumah sakit barat, realisasi frontage road, program pendidikan untuk masyarakat kurang mampu dan kesejahteraan guru.

Selain itu, mereka juga menuntut revitalisasi pengelolaan sampah di Sidoarjo, menolak sistem outsourcing tenaga kerja, memaksimalkan kinerja OPD dan beberapa hal penting lain. “Kami berharap, para anggota dewan harus memiliki visi-misi yang jelas dan berorientasi kepada kepentingan masyarakat,” tukas dia.

Para mahasiswa yang melakukan aksi, dilarang mendekat area gedung dewan selama pelantikan berlangsung. Sehingga hanya bisa berorasi di Jalan Raya A. Yani dekat Monumen Jayandaru Alun-alun Sidoarjo.

Baru setelah prosesi pelantikan selesai, para pengunjukrasa dibolehkan mendekat. Mereka lantas berjalan sampai di depan gedung dewan dan menyampaikan aspirasinya di sana. [isa/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar