Peristiwa

Aksi Demo di Surabaya, Jika Lelah Sudah Disiapkan 8 Ambulans

Petugas siagakan 8 titik ambulans untuk antisipasi aksi demo di Grahadi, Surabaya, Selasa (30/10/2020). (Ade Mas Strio Gunawan)

Surabaya (beritajatim.com) – Aksi demo menolak UU Omnibus Law masih berlanjut di Kota Surabaya. Bahkan hari ini Selasa (20/10/2020), tercatat ada 3 ribu orang turun ke Gedung Grahadi Surabaya. Massa yang terdiri dari buruh dan mahasiswa hendak turun selama tiga hari, yaitu sampai Jumat (23/10/2020) nanti.

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo menjelaskan, aparat yang mengamankan sebanyak 3.790 personel. Terdiri dari aparat Polri, TNI, dan pemerintah daerah. Selain itu delapan titik juga sudah dipersiapkan untuk antisipasi demonstran yang mengalami sakit atau kelelahan.

“Benar untuk ambulan kita siapkan di delapan titik. Rumah sakit rujukan juga sudah disiagakan untuk kondisi darurat pasien yang sakit karena ikut aksi demo,” jelasnya kepada beritajatim.com.

Lebih lanjut perwira melati dua ini menjelaskan, hingga saat ini belum ada laporan akan adanya massa anarko. Meski demikian pihak kepolisian selalu siaga akan adanya kemungkinan massa susupan yang memprovokasi. Sebab adanya indikasi provokasi juga sudah terlihat dari pergerakan sosial media dan jejarong sosial.

Oleh sebab itu pihak kepolisian menerjunkan 3000 personel lebih untuk antisipasi aksi demo kali ini. Tak hanya itu, kepolisian juga membuat skema peralihan jalur transportasi yang biasanya melalui Jalan Gubernur Suryo.

“Ada beberapa skema antisipasi. Di antaranya antisipasi kebutuhan medis, kebutuhan personel penghalau massa anarkis dan personil lalulintas. Harapan kami aksi demo tak anarki, jogo Suroboyo dengan keamanan dan kertertiban bersama,” tandasnya. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar