Peristiwa

Akibat Lalu Lalang Dump Truk, Jembatan Penghubung 3 Dusun Ambrol

Lamongan (beritajatim.com) – Jembatan yang menghubungkan sejumlah dusun di Lamongan ambrol dan tidak bisa dilewati, Selasa (27/4/2021) kemarin. Jembatan ini terletak di Desa Putatkumpul, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan.

Sebelum jembatan tersebut ambrol ke sungai, biasanya fasilitas ini dimanfaatkan oleh warga dusun untuk jalan keluar masuk desa. Sehingga keberadaannya sangat penting. “Iya mas, ambrol pada Selasa kemarin,” kata Kades Putatkumpul, Sukron, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (28/4/2021).

Sukron mengungkapkan, meski ambrolnya jembatan tersebut tidak memakan korban jiwa, namun hal itu membuat warga dari 3 dusun yang ada di Desa Putatkumpul harus memutar lebih jauh untuk mencari jalan alternati.

Jaraknya sekitar 2 sampai 3 km, dikarenakan tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda dua. “Tidak ada korban jiwa karena jembatan ambrol. Soalnya, pas lagi sepi,” tutur Sukron.

Jembatan tersebut, lanjut Sukron, selain karena sering dilalui oleh dump truk, ia juga menyebut karena usia jembatan sudah terbilang tua, dibangun pada tahun 2006. “Kebetulan memang ada perbaikan jalan imbas banjir kemarin, sehingga banyak dump truk yang lewat,” lanjutnya.

Pihaknya juga sudah melaporkan kejadian ambrolnya jembatan ini ke instansi terkait, mulai dari beberapa pegawai dari kecamatan dan dinas terkait. “Kemarin, setelah kejadian, sudah ada tim dari kecamatan dan dari dinas yang ke sini untuk melihat. Katanya tahun ini akan segera diperbaiki,” ujar Sukron.

Sementara itu, Ahmad, warga desa setempat menyampaikan bahwa jembatan tersebut kondisinya memang sudah tidak layak dan butuh perbaikan. Sehingga jembatan dengan panjang 6 m dan lebar 3 m tersebut, tidak kuat jika harus dijadikan lalu lalang kendaraan berat. “Setelah beberapa detik dilewati dump truk, jembatan bergetar, lalu tiba-tiba ambruk,” kata Ahmad

Ahmad menambahkan, diduga beton penyangga jembatannya tak kuat, dan tanah yang ada di jembatan tergerus dan mengalami longsor. Dengan adanya kejadian ini, warga berharap, jembatan bisa secepatnya diperbaiki atau dibuatkan jalan darurat yang bisa dilewati.

Mengingat sebentar lagi sudah lebaran. Sambil menunggu perbaikan, pihak desa untuk sementara waktu telah memasang anyaman bambu di bahu kanan kiri jembatan patahan yang tersisa, agar tidak meluas dan membahayakan. [riq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar