Peristiwa

Akibat Gempa di Malang, Patung Ikonik Gorila Jatim Park 2 Runtuh

Patung gorila ambruk di Jatim Park 2 Kota Batu.

Malang(beritajatim.com) – Dampak gempa bumi dengan kekuatan 6,1 Skala Richer (SR) yang terpusat di 90 kilometer Barat Daya Kabupaten Malang dengan kedalaman 25 kilometer membuat sejumlah bangunan rusak. Salah satunya, Patung ikonik Gorila setinggi tujuh meter di Jawa Timur Park 2, Kota Batu.

General Manager Jatim Park 2, Agus Mulyanto mengatakan, patung itu berada di wahana permainan Snail Coster. Setelah ambruk wahana itu langsung ditutup. Runtuhnya patung gorila saat getaran gempa bumi akan berhenti.

Agus mengatakan, faktor lain yang membuat patung ikonik mereka runtuh karena juga sedang dalam perbaikan kerangka besi patung. Kemudian ditambah getaran gempa membuat konstruksi patung rusak dan jatuh karena belum 100 persen rampung.

“Saat gempa mau berhenti, tiba-tiba patung gorila ambruk. Itu rangka besinya juga rusak semua. Baru berjalan 30 persen (renovasi) terus ambruk kena gempa,” kata Agus.

Manager Marketing & Public Relation Jatim Park Group, Titik S Ariyanto, mengatakan bahwa patung gorila itu dibangun sejak 2008 dan menjadi ikonik mereka. Patung gorila ini menjadi tempat favorit wisatawan untuk berswafoto.

“Jadi memang Patung Gorila itu dibangun sekitar tahun 2008. Patung ini menjadi ikonik dari Jatim Park 2, sering menjadi spot foto,” ujar Titik.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang masih terus melakukan asesmen kerusakan akibat dampak gempa bumi dengan kekuatan 6,1 Skala Richer (SR). Gempa ini berada di 90 kilometer Barat Daya Kabupaten Malang dengan kedalaman 25 kilometer.

“Ada 22 Kecamatan di Kabupaten Malang yang terdampak, mulai dari pesisir selatan, Dampit, Bantur, Kalipare, Jabung, Poncokusumo, sampai Lawang,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan.

Sadono mengatakan, laporan sementara dari 22 Kecamatan di Kabupaten Malang ada 95 bangunan rusak. 8 dilaporkan rusat berat. Hingga saat ini, BPBD bersama TNI/Polri masih melakukan asesmen untuk mengetahui jumlah pasti kerusakan akibat gempa.

“Bangunan itu sementara yang dilaporkan masuk ada 95 yang rusak, 8 rusak berat. Laporan hingga pukul 18.00 WIB dan ini belum selesai masih pendataan. Semua personel turun, bersama PMI, relawan SAR Malang Raya, TNI/Polri standby semua,” tandas Sandono. (luc/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar