Peristiwa

Akibat Banjir, Warga Desa Tempuran Mojokerto Mulai Kesulitan Air Bersih

Warga menumpang perahu karet milik BPBD Kabupaten Mojokerto untuk menuju rumah masing-masing. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Hingga saat ini, air banjir masih menggenangi dua dusun di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Kamis (6/2/2020). Meski sudah mulai surut, namun warga terdampak banjir mulai kesulitan memperoleh air bersih.

Sumur warga keruh akibat banjir yang terjadi sejak, Minggu (2/2/2020) lalu. Sehingga air sumur warga tidak layak untuk dikonsumsi. Saat ini ketinggian air banjir di Dusun Bekucuk dan Dusun Tempuran mencapai 20 cm hingga 30 cm. Namun warna harus membeli air bersih untuk kebutuhan air minum.

Salah satu warga Dusun Bekucuk, Lasio (65) mengatakan, jika ia dan warga lainnya mulai kesulitan memperoleh air bersih karena sumber air di rumahnya keruh bercampur air banjir. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia terpaksa membeli air bersih isi ulang yang harganya cukup mahal tersebut.

“Kalau bantuan makanan berupa nasi bungkus sudah ada tapi untuk air bersih yang belum. Untuk kebutuhan air bersih, warga membeli air isi ulang yakni untuk kebutuhan masak dan minum saja. Untuk untuk keperluan mandi dan kaskus menggunakan sumber air yang keruh, ya terpaksa,” katanya.

Warga lainnya, Sumarmi (45) juga mengeluh lantaran sumber mata air keruh karena terdampak banjir. “Untuk keperluan masak dan minum, ya terpaksa beli. Harapannya pemerintah bisa memberikan bantuan air bersih karena selama ini hanya diberi bantuan nasi bungkus, belum dibantu pasokan air bersih,” keluhnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar