Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Akibat Bakar Sampah, Rumah di Ponorogo Hangus Dilalap Api

Ponorogo (beritajatim.com) – Dalam dua hari sudah terjadi kebakaran rumah dua kali saat malam hari. Pertama kebakaran rumah pada Selasa (19/10) terjadi di rumah Ibu Wiji, Dusun Caru Desa Bajang Kecamatan Mlarak.

Kemudian terjadi lagi pada Rabu (20/10) malam di rumah Ibu Suratin yang beralamat di Dusun/Desa Ngabar Kecamatan Siman Ponorogo. Kali ini tidak ada korban dalam musibah kebakaran, namun keadaan teras dan rumah bagian samping korban sudah jadi abu.

“Tadi malam telah terjadi kebakaran di rumah Ibu Suratin di Dusun/Desa Ngabar Kecamatan Siman,” kata Kapolsek Siman Iptu Yoyok, Kamis (21/10/2021) pagi.

Kronologis kejadian, menurut Yoyok berawal dari korban yang membakar sampah di pekarangan rumahnya. Mungkin dibiarkan begitu saja, tidak ditunggu sampai habis, api dari merembet ke teras rumah. Ada tetangga korban yang melihat kobaran api mulai membesar di teras milik korban. Kemudian meminta tolong ke warga sekitar untuk membantu memadamkan.

“Sebelum mobil pemadam sampai diblokasi, pemadaman dilakukan seadanya oleh warga,” ungkapnya.

Kemudian barulah mobil pemadam datang untuk melakukan pemadaman api. Meski dapat dijinakkan, api sudah melahap teras dan rumah bagian samping. Yoyok mentaksir kerugian akibat kebakaran itu mencapai Rp 20 juta.

“Tidak ada korban dalam musibah kebakaran ini. Api dapat dipadamkan satu jam kemudian. Kerugian materil sekitar Rp 20 juta,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, si jago merah kembali mengamuk di Ponorogo. Kali ini api membakar rumah warga di Desa Caru Desa Bajang Kecamatan Mlarak. Kejadian kebakaran yang menimpa rumah milik ibu Wiji itu terjadi pada Selasa (19/10) tengah malam.

“Benar tengah malam tadi ada kebakaran rumah warga di Desa Bajang Kecamt Mlarak,” kata Komandan Regu A Damkar Ponorogo, Budi Santoso.

Pemadam kebakaran langsung ke lokasi setelah mendapatkan laporan kebakaran rumah dari Polsek Mlarak. Selain mobil pemadam, juga dikerahkan mobil tanki BPBD Ponorogo untuk menyuplai air. Api dapat dijinakkan 1,5 jam kemudian.

“Kebakaran tidak sampai merembet ke rumah lain, karena api berhasil dipadamkan 1,5 jam kemudian,” katanya.

Kronologisnya, Ibu Wiji tengah malam itu sudah melihat api membesar dari arah dapur. Dugaan sementara api pertama kali muncul berasal dari tungku masak yang lupa untuk dimatikan setelah memasak. Sehingga api semakin membesar dan membakar seluruh isi dapur.

“Dugaan sementara api berasal dari tungku masak yang lupa dimatikan, karena api pertama terlihat di ruang dapur,” ungkap Budi.

Akibat kebakaran tersebut, seluruh isi dapur tinggal jadi arang. Selain itu kayu bahan untuk membuat atap rumah juga ikut kebakar. Begitupun dengan kayu bakar dan merang sudah menjadi abu.

“Ibu Wiji selaku pemilik rumah juga mengalami luka ringan. Tadi malam langsung mendapatkan perawatan medis,” pungkasnya. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar