Peristiwa

Aji Jember Demo: Omnibus Law Ancam Demokratisasi Penyiaran

Jember (beritajatim.com) – Sejumlah aktivis Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (Aji) berunjuk rasa menentang pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (9/10/2020).

Mereka berunjuk rasa di depan gedung DPRD di Jalan Kalimantan dan depan Kantor Bupati Jember di Jalan Sudarman. “Kami sejak awal menentang Rancangan UU Omnibus Law, karena menganggap sejak awal regulasi tersebut memiliki cacat prosedural,” kata Faizin Adi, koordinator aksi.

Menurut Faizin, banyak pasal yang tak hanya merugikan kaum pekerja, tapi juga mematikan iklim penyiaran demokratis yang sejak lama dibangun pasca reformasi. “UU ini akan mematikan berbagai penyiaran lokal di daerah,” katanya.

Dalam pandangan Aji Jember, pengesahan Omnibus Law merevisi Undang Undang Penyiaran dengan ketentuan baru yang tidak sejalan dengan semangat demokratisasi di dunia penyiaran. Omnibus Law akan membolehkan dunia penyiaran bersiaran secara nasional. Ini sesuatu yang dianggap melanggar oleh Undang Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran. Padahal, menurut Faizin, larangan siaran nasional ini justru untuk mendorong semangat demokratisasi penyiaran, yaitu memberi ruang pada budaya dan ekonomi lokal bertumbuh.

Omnibus Law juga memberi kewenangan besar kepada pemerintah mengatur penyiaran. Pasal 34 yang mengatur peran KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dalam proses perizinan penyiaran dihilangkan. “Dihapusnya pasal tersebut juga menghilangkan ketentuan batasan waktu perizinan penyiaran yaitu 10 tahun untuk televisi dan lima tahun untuk radio, juga larangan izin penyiaran dipindahtangankan ke pihak lain,” kata Faizin

Ketentuan penting lain yang diubah Omnibus Law adalah diberikannya wewenang migrasi digital sepenuhnya kepada pemerintah. “Padahal migrasi digital bukan hanya semata alih teknologi tetapi juga perubahan tata kelola penyiaran yang selayaknya diatur negara pada tingkat UU, bukan di peraturan pemerintah,” kata Faizin dalam pernyataan sikapnya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar