Peristiwa

Air Keruh, Pelanggan Protes ke PDAM Giri Tirta Gresik

Petugas PDAM Giri Tirta mengirimkan air bersih ke pemukiman warga

Gresik (beritajatim.com)- Ribuan pelanggan di Perumahan Graha Bunder Asri, Dinari, Pondok Permata Suci (PPS) hingga Cerme, mengeluhkan keruhnya aliran air dari PDAM Giri Tirta Gresik yang berwarna keruh.

Karena kecewa, pelanggan rumah tangga enggan menampung air yang mengalir dari PDAM. Baik itu di bak mandi maupun di westafel, atau tempat cuci tangan.

Dirut PDAM Giri Tirta Gresik, Siti Aminatus Zariah menuturkan, kekeruhan air itu disebabkan karena air baku Kali Surabaya yang dikelolah Jasa Tirta terdapat longsoran sawah di daerah Jombang. Sehingga, air keruh itu naik ke proses produksi yang mengakibatkan gagal produksi.

“Berdasarkan Nephelometric Turbidity Unit (NTU) di Kali Surabaya mencapai angka 3.000. Padahal, untuk produksi air PDAM normalnya di angka 10 NTU,” ujarnya, Rabu (3/01/2021).

Ia menambahkan, selain kekeruhan air dari Kali Surabaya, pada saat bersamaan juga terdapat kebocoran pipa gate valve di Banjarsari, Cerme. “Kebocoran itu terjadi pada pipa berdiameter 200 mm,” katanya.

“Tadi malam saya kontrol sendiri perbaikan pipa itu. Kami juga menyusuri perpipaan di sepanjang sungai di Desa Banjarsari untuk mengontrol pipa. Semoga ini segera selesai dan airnya kembali normal,” imbuhnya.

Warga menunjukkan air keruh dari pipda PDAM Giri Tirta

Kendati demikian, lanjut Risa – sapaan Siti Aminatus Zariah, pihaknya tidak ingin pelanggannya kecewa. Tanpa berpikir panjang langsung mengirimkan tangki air bersih ke warga terdampak. Salah satunya, di Desa Semampir, Kecamatan Cerme.

“Kami juga meminta pelanggan melaporkan apabila terjadi persoalan di lapangan agar segera ditindaklanjuti. Apakah akan dikirim air atau perbaikan lainnya,” paparnya.

Saat ditanya mengenai kondisi distribusi air di Desa Semampir, Kecamatan Cerme, Risa menjelaskan bahwa timnya di lapangan baru mendapatkan laporan bahwa telah ditemukan adanya tiga kebocoran pipa sekunder 200 milimeter.

“Itu terjadi pada pipa yang tertanam di depan makam Desa Cerme lor, dan depan bendungan Cerme Kidul. Kondisi serupa juga terjadi pada pipa yang tertanam di depan exit tol Banjarsari Cerme. Pengukuran pipa dari mulai Kecamatan Cerme hingga Banjarsari untuk mencari kebocoran lagi. Upaya ini tentu bisa kami lakukan jika tidak ada banjir,” tandasnya. [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar