Peristiwa

Air di Waduk Sutami Menurun Drastis, Pasokan Listrik Jawa-Bali Terdampak

Foto ilustrasi

Malang (beritajatim.com) – Pasokan air di Waduk Sutami, Malang menurun karena musim hujan tidak merata di wilayah Malang Raya. Pasokan air yang berkurang berdampak pada energi listrik yang dihasilkan PLTA Unit Pembangkitan (UP) Brantas menurun.

Kepala Bidang Stakeholder Management PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Doddy Nafiudin menyebut air menurun sejak Oktober lalu. Secara teknis penurunan air masuk menyebabkan gangguan pada kinerja generator. Jumlah Kwh yang diproduksi menjadi berkurang karena generator tak bisa bekerja optimal.

“Kondisi pembangkit di UP Brantas saat ini semua siap beroperasi, akan tetapi karena kondisi inflow air yang masuk ke waduk kecil maka KwH produksinya jadi berkurang,” ujar Doddy, Rabu (20/11/2019).

Doddy menyebut, bila kondisi hujan tetap tidak merata hingga November ini. Pasokan listrik Jawa Bali dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Brantas terancam terhenti. Sebab, air hujan gagal mengisi waduk sesuai pola.

“Sebagai antisipasi kami mengatur pola operasi PLTA Sutami dan PLTA lainnya. Terutama pada DAS Brantas, agar PLTA tetap beroperasi pada pagi dan malam. Kami juga melakukan hujan buatan bersama Perum Jasa Tirta I dan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBTMC-BPPT) untuk melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC),” tandas Doddy.

Meski kekurangan air, sementara ini Doddy memastikan pasokan listrik Jawa-Bali masih tetap aman. Sekarang pembangkit di UP Brantas setiap malam atau saat beban puncak beroperasi dengan beban sekitar 110 MW. Sedangkan saat pagi beroperasi dengan beban 45 MW.  [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar