Peristiwa

Air Bengawan Solo di Desa Randuboto Gresik Berwarna Hitam

Gresik (beritajatim.com) – Sungai terpanjang di Pulau Jawa, Bengawan Solo yang mengalir di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik, berwarna hitam kecoklatan. Akibat tercemarnya sungai Bengawan Solo itu, warga tidak berani memanfaatkan air sungai tersebut. Tercemarnya air sungai Bengawan Solo diduga dari kiriman hulu sungai lalu mengalir ke hilir.

Kepala Desa Randuboto Andi Sulandra mengatakan, sejak beberapa hari air nampak berwarna kecoklatan. “Mulai kemarin lusa, selain cokelat air sungai Bengawan Solo juga berbusa,” katanya, Sabtu (14/12/2019).

Andi Sulandra juga menjelaskan, sebagian besar warga enggan memanfaatlan air sungai tersebut untuk keperluan mandi maupun mencuci. Padahal, sebelum tercemar banyak warga memanfaatkan air sungai Bengawan Solo buat keperluan sehari-hari. “Biasanya air jernih, ini nampak kecokelatan. Masyarakat juga enggan memanfaatkannya. Kalau begini terus masyarakat yang tinggal di bantaran sungai sangat dirugikan” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik M Najikh mengungkapkan, ia mengaku sudah mendengar keluhan masyarakat soal berubahkanya warna Sungai Bengawan Solo. “Kami menduga air yang tercemar ini merupakan kiriman dari hulu Sungai Bengawan Solo. Tidak hanya di Gresik, di sepanjang daerah yang dialiri seperti Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban juga mengalami hal serupa,” paparnya.

Terkait dengan kejadian ini, DLH Gresik sudah menerjunkan tim untuk membuat penelitian dan melakukan tes uji lab terhadap sampel air Sungai Bengawan Solo. “Sambil menunggu hasil uji laboratorium kami menghimbau kepada masyarakat waspada agar tidak memanfaatkan air yang diduga bercampur limbah,” pungkasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar