Peristiwa

Adu Moncong di Mojokerto, 3 Korban Meninggal di Lokasi

Kendaraan korban yang terlibat kecelakaan di Desa Tangunan, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Dua kendaraan roda dua di Mojokerto terlibat adu moncong, Selasa (24/11/2020). Akibatnya, tiga orang meninggal di lokasi kejadian tepatnya di Desa Tangunan, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Relawan Gajah Mada, Jumain Andreanto mengatakan, sepeda motor Yamaha Vixion nopol AG 5978 CW warna merah berjalan dari arah utara ke selatan, sementara dari arah sebaliknya sepasang suami istri (pasutri) mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro nopol S 6614 NQ warna hitam.

“Kedua kendaraan terlibat adu moncong. Korbannya ada tiga, meninggal semua. Yang sepasang suami-istri itu orang Randu Genengan, Kecamatan Dlanggu dari arah selatan, yang satu dari Pare, Kediri dari arah utara. Kemungkinan kecepatan tinggi,” ungkapnya.

Pengendara Yamaha Vixion nopol AG 5978 CW atas nama Zulfikri Wahyu Nur Sakti (21) warga Desa Darungan, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Sementara pasutri atas nama, Muhammad Fahtoni (35) dan Mardiana (36) mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro nopol S 6614 NQ.

Akibat adu moncong tersebut, korban Mardiana terlempar hingga masuk ke sungai yang ada di pinggir jalan. Ketiga korban meninggal di lokasi dengan luka serius, sementara kedua kendaraan korban hancur. Warga berusaha menguyur air sungai karena bensin tumpah.

Usai dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), ketiga korban dievakuasi ke kamar jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Kasus kecelakaan dengan korban tiga orang ini di tanggani Satlantas Polres Mojokerto. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar