Peristiwa

Ada Luka Benda Tajam pada Jasad Wanita di Kebun Tebu

Malang (beritajatim.com) – Kepolisian Resor Malang langsung membentuk 4 tim untuk mengungkap kasus penemuan jasad seorang wanita di kebun tebu dan sengon di Dusun Sumbersari, Desa Jambangan Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jumat (3/4/2020).

Kepastian itu disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, usai olah TKP bersama Kapolres Malang AKBP Hendri Umar. “Kemungkinan ini korban pembunuhan. Ada luka robek dibagian belakang telinga. Lalu luka memar dibagian belakang. Luka itu disebabkan oleh benda tajam,” terang Andaru.

Menurut Andaru, jasad korban kini sudah dibawa ke RSSA Kota Malang untuk dilakukan otopsi. Kondisi korban, diduga meninggal dunia pada malam hari. “Kami menduga korban meninggal tadi malam. Lokasinya berada di kebun. Cukup jauh dari pemukiman warga,” paparnya.

Andaru melanjutkan, sejauh ini sejumlah saksi-saksi sudah dimintai keterangan. Termasuk suami korban. “Saksi banyak, sudah kita periksa. Termasuk suami juga ada bersama kita. Menurut keterangan keluarganya, korban tadi malam berpamitan akan pergi ke Kota Malang,” bebernya.

Andaru menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan modus dari kasus ini. Riwayat korban memang pernah bekerja ke Malaysia. Hanya saja sudah pulang cukup lama. “Pernah jadi TKW ke Malaysia. Tapi itu sudah lama pulang,” pungkasnya.

Dikabarkan sebelumnya, Warga Dampit digegerkan dengan penemuan mayat perempuan pada Jumat (3/4/2020) pagi. Mayat perempuan yang diketahui bernama Suliani (40) tersebut, ditemukan di kebun sengon dan tebu. Tepatnya di wilayah Dusun Sumbersari, Desa Jambangan Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Keterangan yang disampaikan saksi bernama Sumali, warga RT 05 RW 01 Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, dirinya menemukan korban tergeletak di bawah pohon pisang di area sekitar kebun sengon pada pukul 06.00 WIB. Setelah itu, Sumali memberitahukan kejadian tersebut kepada dua saksi lainnya, yakni Ngatini warga Desa Jambangan dan Sukirno selaku Perangkat Dusun (Kamituwo) setempat. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar