Peristiwa

Ada Indikasi Human Trafficking, Kantor Imigrasi Malang Tolak 49 Paspor

Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Malang menolak 49 permohonan paspor selama triwulan ketiga 2020.

Malang (beritajatim.com) – Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Malang menolak 49 permohonan paspor selama triwulan ketiga 2020. Alasan penolakan karena ditemukan indikasi perdagangan manusia akibat alasan permohonan paspor yang tidak prosedural.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Malang, Ramdhani mengatakan, penolakan yang dilakukan untuk mencegah dugaan perdagangan manusia. Beberapa permohonan yang tidak sesuai prosedur antara lain karena alasan ingin pelesiran. Saat diselidki ternyata ke luar negeri untuk bekerja.

“Hal ini adalah upaya yang realistis yang dilakukan rekan-rekan dalam mencegah proses perdagangan manusia. Mau jadi tenaga TKI ke luar negeri tapi non prosedural. Katanya mau ke keluarga, tapi ketika ditanya detail mau kerja di luar negeri,” kata Ramdhani, Kamis, (15/10/2020).

Ramdhani mengatakan, modus yang ditemukan dari penolakan puluhan masker itu adalah alasan berlibur hingga mengunjungi keluarga di luar negeri. Sementara, negara yang menjadi tujuan pemohon paspor adalah Arab Saudi, Malaysia dan Hongkong.

“Mengakunya liburan, mau wisata, cuma dilihat dari gestur, penampilan, melihat perjalanan sebelumnya. Hal-hal itu bisa kita determinasi. Kita punya keahlian tersendiri dalam menyeleksi pelayanan paspor. Pada saat ada pertanyaan yang mengarah ke sana mereka sendiri akhirnya mengakui,” tuturnya.

Sementara itu, selain menolak 49 permohonan paspor, pada periode yang sama mereka juga menerbitkan 6.638 paspor baru. Kemudian 1.085 paspor elektronik, 3.379 paspor pengganti, 28 paspor penggantian halaman penuh, 14 paspor penggantian karena rusak dan 57 paspor penggantian karena hilang. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar