Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Ada Fenomena La Nina, BPBD Jombang Bentuk 20 Destana di Sepanjang DAS Kali Konto

Pengukuhan Destana di Desa/Kecamatan Gudo, Jombang, Jumat (5/11/2021)

Jombang (beritajatim.com) – Dalam beberapa hari terakhir, curah hujan cukup tinggi atau disebut fenomena La Nina. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, Jawa Timur mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan bencana senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

Kawasan rawan bencana di Jombang itu salah satunya adalah desa yang berada di DAS (Daerah Aliran Sungai) Kali Konto. Sedikitnya ada 20 desa di kawasan tersebut. Sebagai antisipasi datangnya bencana, BPBD Jombang membentuk Destana (Desa Tangguh Bencana) di 20 desa tersebut. Proses pembentukan sudah dimulai awal Oktober 2021.

Selain sosialisasi, BPBD Jombang juga turun ke desa-desa tersebut untuk melakukan pengukuhan Destana. Pada masing-masing desa tersebut dibentuk pengurus FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana). “Memasuki musim penghujan ini, kami sudah melakukan antisipasi potensi bencana. Salah satunya membentuk 20 Destana,” ujar Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Jombang Syamsul Bahri, Sabtu (6/11/2021).

Syamsul menambahkan, dibentuknya Destana untuk meningkatkan kemampuan warganya mengenali ancaman bencana di wilayahnya dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan. Juga sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat demi mengurangi risiko bencana.

“Dalam pembentukan Destana, kita juga melibatkan FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) Kabupaten Jombang. Dengan adanya Destana, warga desa diharapkan lebih memahai peta bencana di wilayahnya. Sehingga mereka memiliki kemandirian dalam menghadapi bencana tersebut,” kata Syamsul.

Syamsul menambahkan, memasuki November ini curah hujan di Jombang mulai meningkat. Namun demikian, hingga saat ini belum ada laporan terjadinya bencana, baik itu angin kencang maupun banjir. BPBD mencatat, banjir yang menerjang desa sepanjang DAS Kali Konto terjadi pada Februari 2021.

Pengukuhan Destana di Desa Kauman, Kecamatan Ngoro, Jombang

Sedikitnya ada tujuh desa di Kecamatan Bandarkedungmulyo yang diterjang banjir luapan sungai tersebut. Banjir tersebut terjadi selama beberapa hari. Bahkan air bah juga melubar ke jalan nasional yang ada di Desa Gondangmanis. “Memasuki musim hujan dengan curah tinggi saat ini, belum ada laporan terjadi bencana,” ujar Syamsul.

Sekretaris FPRB Jombang Amik Purdinata menambahkan, 20 desa yang dikukuhkan menjadi Destana tersebut berada di empat kecamatan. Yakni, Kecamatan Ngoro, Gudo, Bandarkedungmulyo, serta Kecamatan Perak. “Kita lakukan secara berurutan. Kecamatan Ngoro sudah selesai, kemudian saat ini Kecamatan Gudo. Begitu seterusnya,” kata Amik.

Amik merinci, di Kecamatan Ngoro dibentuk enam Destana. Masing-masing Desa Ngoro, Genukwatu, Pulorejo, Banyuarang, Kauman, serta Desa Jombok. Kemudian di Kecamatan Gudo terdapat empat desa. Meliputi Desa Begasur Kedaleman, Gudo, Wangkal Kepuh, serta Desa Pucangro.

Lalu di Kecamatan Perak terdapat tiga desa, yakni Jatiganggong, Kepuhkajang, dan Sumberagung. Sedangkan di Kecamatan Bandarkedungmulyo dibentuk tujuh Destana. Masing-masing Desa Barongsawahan, Kayen, Gondangmanis, Bandarkedungmulyo, Mojokambang, Pucangsimo, serta Desa Brodot. “Di masing-masing Destna, kita bentuk FPRB tingkat desa. Ini sebagai upaya masyarakat dalam mengurangi risiko bencana,” pungkasnya. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar