Peristiwa

Ada 3 Titik Longsor di Kecamatan Gondang

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro menjadi daerah rawan bencana tanah longsor dan banjir bandang. Apalagi saat musim hujan. Kecamatan ini terletak di daerah perbukitan sebelah selatan Kabupaten Bojonegoro.

Seperti yang terjadi kemarin, terdapat tiga titik longsor di Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang. Titik longsor pertama di Dusun Kadung, tembok penahan tanah (TPT) dengan panjang 22 meter, dengan tinggi 3 meter longsor dan mengenai tembok rumah Suwito hingga ambruk.

Longsor terjadi disebabkan hujan dengan intensitas tinggi. Air yang mengalir deras dari kemiringan lereng 75 – 90 derajat. Kondisi tanah mudah jenuh air dan bersifat lepas (batu pasir karbonatan), bangunan TPT tidak memiliki lubang drainase yang cukup untuk mengalirkan air yang diserap oleh tanah.

“Kondisi tersebut menyebabkan TPT tidak mampu menahan tanah dan air yangg ada, sehingga mendorong TPT hingga roboh dan menimpa bangunan rumah yang berada di sebelahnya,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Nadif Ulfia, Senin (4/3/2019).

Titik longsor kedua juga merupakan TPT yang berada di Dusun Sambong. Dimensi longsoran dengan panjang 10,30 meter, lebar 6,50 meter dan dengan tinggi 4 meter. Longsor tersebut menghantam rumah milik Saki. Sedangkan longsor ketiga di Dusun Sukun dengan dimensi longsoran panjang 5,30 meter, lebar 3,50 meter dengan tinggi 3 meter.

Hasil kajian yang dilakukan oleh pihak BPBD Bojonegoro diperkirakan tidak ada indikasi potensi longsoran lanjutan di sekitar area dan longsoran bersifat lokal. Sementara, warga setempat telah melakukan kerja bakti untuk membersihkan longsoran.

Kasi Trantib Kecamatan Gondang, Eko Wage mengatakan, hampir diseluruh Kecamatan Gondang merupakan wilayah rawan bencana banjir bandang maupun tanah longsor. Diantaranya, desa yang rawan yakni, Desa Gondang, Sambong, Senganten, Krondonan, dan Pragelan. “Kecamatan Gondang ini rawan banjir bandang dan longsor,” terangnya.

Meski sudah ada kampung siaga bencana, yakni di Desa Sambong dan Senganten, namun kini masih belum berjalan. “Tapi sampai sekarang SK Bupati belum turun. Mau kerja masih nunggu SK,” terangnya. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar