Peristiwa

Ada 2 Bangunan Liar di Bantaran Kali Sadar Mojokerto

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian, Dinas PU Provinsi Jawa Timur, Ruse Rante Pademme. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas menegaskan, ada dua bangunan liar (bangli) di bantaran Kali Sadar Desa Tinggar Buntut, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto yang dibongkar paksa, Senin (16/12/2019) karena tak berizin. Pembongkaran paksa dilakukan karena tidak adanya niatan pemilik untuk membongkar sendiri bangunannya.

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Timur, Ruse Rante Pademme mengatakan, berbagai cara sudah dilakukan, sosialisasi baik dari Pemkab Mojokerto maupun BBWS Brantas. “Surat peringatan 1, 2, 3 sudah kami lalui, secara lisan tidak henti-hentinya menyampaikan untuk membongkar sendiri tapi selalu menghindar,” ungkapnya.

Masih kata Ruse, pihak kuasa hukum pemilik bangli menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). Namun oleh PTUN, lanjut Ruse, keberatan pemilik bangli di tolak. Saat ini, kuasa hukum kembali melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto.

“Pekerjaan kami tinggal seminggu selesai, hanya kurang bangunan ini. Kami rapat tim berbagai instansi untuk melakukan penertiban dan disepakati hari ini dilakukan penertiban. Kendala hanya satu orang itu, tidak bersedia membongkar sendiri. Sementara yang lain sudah membongkar sendiri, sehingga masyarakat yang sudah membongkar sendiri kecewa,” katanya.

Ruse menambahkan, dua bangli tersebut merupakan satu pemilik yang sama yakni Nur Kholis dan Didik. BBWS Brantas tengah membangun forte untuk mengurangi banjir di sepanjang bantaran Kali Sadar. Penahan air tersebut dibangun untuk melindungi masyarakat sebelah selatan, yang nantinya Kali Sadar akan dikeruk dan dilebarkan agar tampungan cukup.

“Ada upaya hukum, saya sudah ketemu pengacara akan menggugat di PN Mojokerto. Kami siap. Pemerintah siap, masak negara di kalahkan sama satu orang. Karena ini kepentingan orang banyak. Bangunan itu berdiri di bantaran Kali Sadar, anak Sungai Brantas. Tidak ada izin, listrik tidak izin ditarik sendiri. Tidak punya bukti apapun, IMB itu bukan hak kepemilikan,” tegasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar