Peristiwa

ACT Berikan Food Truck untuk Jamaah Takziah Gus Solah

Surabaya (beritajatim.com) – Kabar duka menyelimuti nusantara, salah satu putra terbaiknya telah kembali ke haribaan ilahi. Dr. Ir. K.H. Salahuddin Wahid atau akrab disapa Gus Solah meninggal dunia pada hari Minggu (2/2) yang lalu. Almarhum dikebumikan di pemakaman keluarga di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Ribuan pelayat hadir dalam pemakaman beliau, bukan hanya itu keluarga besar Pondok Pesantren Tebuireng rencananya juga akan mengirimkan do’a sampai tujuh hari. Petakziah juga masih tampak berdatangan menyampaikan bela sungkawa dan berziarah ke makam beliau.

Sebagai bentuk penghormatan kepada Gus Solah dan bela sungkawa, Aksi Cepat Tanggap mengirimkan armada terbaiknya Humanity Food Truck (HFT) untuk melayani jamuan makan jamaah takziah dan santri Pondok Pesantren Tebuireng.

Humanity Food Truck ini didatangkan langsung dari Magelang menyiapkan 1000 porsi makanan gratis setiap harinya sampai sampai Sabtu kemarin tepat pada tujuh hari wafatnya Gus Solah.

Kepala ACT Jawa Timur, Wahyu Sulistianto Putro, menyampaikan bahwa HFT ini ditujukan untuk melayani para peziarah dan santri Pondok Pesantren Tebuireng.

“Dari kemarinHFT memberikan layanan makan gratis untuk jamaah takzyiah dan santri (ponpes) Tebuireng. Rencananya HFT akan standby sampai 7 hari sejak meninggalnya Gus Solah,” ujar Wahyu.

Wahyu menambahkan bahwa “setiap hari HFT bisa memproduksi 1000 porsi makanan, dengan harapan dapat membantu jamaah takziyah dan santri untuk memperoleh asupan makanan, juga memberikan penghormatan dan bentuk bela sungkawa ACT atas kepergian salah satu putra terbaik bangsa”. Sambutan hangat pun disampaikan Gus Fahmi, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng.

” Mewakili keluarga besar Pesantren Tebu Ireng kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ACT yang telah mendukung acara mengirim do’a atas wafatnya Gus Solah, semoga ACT semakin berkah dan dikenal luas masyarakat”, ujar Fahmi. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar