Uncategorized

Ratusan Warga Kediri Karnaval Solidaritas ODHA

Kediri (beritajatim.com) – Memperingati Hari Aids Sedunia, masyarakat Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri menggelar karnaval sebagai bentuk solidaritas bagi ODHA (Orang Dengan HIV/Aids) dan sebagai sarana sosialisasi pencegahan Penularan HIV/AIDS. Mereka membawa spanduk dan poster.

Karnaval ini mengambil start di perempatan Dusun Seketip, Desa Deyeng, Ringinrejo dan finish di Kantor Kecamatan Ringinrejo. Karnaval diberangkatkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Adi Laksono, MMRS.

Guna memeriahkan dan menarik penonton, peserta mengenakan pakaian yang unik. Ada yang berdandan seperti hantu dan malaikat ada pula yang berdandan bak seorang putri kerajaan. Diikuti dari berbagai komunitas, mahasiswa, pelajar, pegawai puskesmas se Kabupaten Kediri dan warga desa se-Kecamatan Ringinrejo berjalan sejauh 3 Km.

dr. Adi Laksono, MMRS mengatakan, pihaknya  menyelipkan kampanye \\\”Saya Berani, Saya Sehat\\\” dalam peringatan Hari AIDS Sedunia. Hal tersebut merupakan gerakan mandiri masyarakat yang bertujuan untuk mempromosikan tes dan pengobatan HIV di masyarakat, serta mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV.

\\\”Kampanye Saya Berani, Saya Sehat bertujuan agar kesadaran masyarakat terhadap HIV/AIDS lebih meningkat, menghilangkan stigma akan tes HIV dan diskriminasi terhadap ODHA dapat terus berkurang. Acara seperti ini kita gelar setahun sekali dan tempatnya selalu bergatian. Menurut penilaian Kec. Ringinrejo merupakan WPA (Warga Peduli Aids) teraktif,\\\” jelasnya.

Dinkes Kabupaten Kediri mengajak semuanya agar tidak perlu melihat berapa banyak jumlah penderita HIV/AIDS. Tetapi harus tetap waspada dan bagaimana cara mencegahnya. Bila ada diantara yang terjangkiti, Dinkes mengajak untuk membantu mereka mendapatkan pengobatan yang layak dan benar.

Camat Ringinrejo, Ibnu Imad menambahkan, Kecamatan Ringinrejo yang notabene adalah WPA teraktif dapat sebagai motor penggerak dalam pemberantasan, pencegahan. Bagaimana ODHA itu bisa tetap berdampingan dengan masyarakat juga bisa hidup dengan layak, itulah yang harus kita sampaikan bahwa disini kepedulian pemerintah sudah luar biasa.

\\\”Masyarakat desa disini sudah tahu dan mampu bagaimana cara merawat dan memperlakukan ODHA jika ada yang meninggal agar tidak muncul stigma negative dimasyarakat tentang ODHA. Pesan saya kepada masyarakat, kita harus aktif bersama-sama dalam memberantas penyakit menular berbahaya ini,\\\” pungkasnya. [adv/nng]



Apa Reaksi Anda?

Komentar