Uncategorized

Dinkes Kabupaten Kediri Adakan Workshop Upaya Berhenti Merokok

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Kesehatan menggelar Workshop Upaya Berhenti Merokok (UBM) di Ruang Kilisuci. Workshop ini diikuti oleh 37 petugas PTM se-Kabupaten Kediri dan 37 guru sekolah bidang olahraga.

Kabid P2PTM dan Keswa Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Etik Siti Rahayu mengatakan, workshop UBM ini bertujuan membentuk klinik di puskesmas sebagai teknik konseling bagi puskesmas dan lembaga sekolahan.

\\\”Di lembaga pendidikan, seandainya tidak bisa melakukan upaya berhenti merokok nantinya bisa konseling ke puskemas,\\\” jelasnya.

Arwani menambahkan, kegiatan bidang Programer KTR Dinas Kesehatan, Bidang P2 ini sudah dilaksanakan selama dua hari dengan nara sumber berbagai instansi. Diantaranya, Konselor dari Pengawas Diknas, dari Provinsi Yohana Rina SKM, dan dihari kedua Moh Abidin SPD dari SMA Kandangan, dr Hermawan, dr spesialis paru paru dari RSUD Pelem, sebagai pemberi materi bagaimana pola pola Hidup sehat yang dilanjutkan dengan workshop.

\\\”Workshop juga dilakukan cek kesehatan paru, dan juga nantinya akan diadakan launching di empat kawedanan Grogol, Pare, Papar dan Ngadiluwih, yang bertujuan untuk kawasan tanpa rokok,\\\” ungkapnya.

Kegiatan seperti ini sudah dilakukan sejak 2017 dan ditindak lanjuti dengan kegiatan Workshop. Harapan dalam menyosong bonus demografi di Indonesia pada 2020 sampai 2030.

Dimana usia produktif nantinya bisa membantu usia yang tidak produktif, untuk menekan perokok di usia remaja, jadi bisa mendeteksi secara dini untuk upaya berhenti merokok akan dikonselingkan ke puskesmas.

Ia juga mengimbau bagi perokok untuk tidak merokok dikawasan KTR, sesuai UU nomor 36 tahun 2009 bahwa siapa saja yang merokok di kawasan KTR akan dikenakam denda sebesar Rp 500 ribu.

Sementara itu, Supervisior Mitra Asa, Nova yang berkerjasama dengan Dinas Kesehatan sebagai penyedia alat yang dinamakan Smokerluzer, yaitu sebuah alat yang digunakan sebagai pendeteksi kadar CO dalam paru.

Nova juga menjelaskan, bagaimana cara untuk tes kadar CO dalam paru paru, dengan cara menghirup udara ditahan selama 15 detik. Kemudian tiup ke dialat dengan selang yang namanya steribreath moutplece.

\\\”Di alat tersebut akan tercatat kadar COppm dan juga persen dari COhb dalam paru, serta dalam penggunaan selang Steribreath moutplece, setiap orang harus satu orang satu alat sepang,\\\” ungkapnya.

Nova juga menegaskan bagi orang perokok aktif usahakan dalam merokok kalua dirumah jauhi keluarga. Karena bagi perokok pasif lebih berbahaya resikonya daripada perokok aktif.

\\\”Untuk wilayah malang sudah ada dua tempat bagi perokok aktif yang mempunyai niatan untuk berhenti merokok,yakni dipukesmas janti malang sama RSAA Syaiful Anwar Malang,\\\” bebernya. [adv/nng]





Apa Reaksi Anda?

Komentar