Peristiwa

9 Curhat Anak Jatim pada Gubernur Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wabup Gresik M.Qosim memperingari Hari Anak di Wisata Setigi Sekapuk

Gresik (beritajatim.com) – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2020 Jawa Timur yang berlangsung di Wisata Setigi Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik sangat berbeda dibanding tahun sebelumnya.

Di tengah pandemi Covid-19, anak-anak terpaksa harus mengikuti belajar secara daring, atau virtual akibat belum berakhirnya penyebaran virus mematikan ini.

Kerinduan anak-anak ingin bersekolah bersama teman-temannya tak bisa dibendung. Mereka berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar bisa belajar bersama lagi dengan guru dan teman-temannya di sekolah.

Selain berharap sekolahan bisa dibuka lagi, pada peringatan HAN 2020, Anak Indonesia tingkat Jawa Timur juga menyuarakan sembilan poin kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Sembilan poin tersebut dibacakan oleh Sharim Dezhneva Denalis (14) siswi SMPN 1 Gresik.

Adapun sembilan poin suara anak Jawa Timur di antaranya mengedukasi orang tua mengenai kartu identitas anak fungsi dan proses pembuatannya. Kedua, menyarankan kepada pemerintah khususnya kepada dinas untuk memberikan fasilitas yang layak. Ketiga, memastikan keberadaan Kartu Indonsia Pintar agar tepat sasaran.

Siswi SMPN 1 Gresik Sharim Dezhneva Denalis saat membacakan Suara Anak Jawa Timur

Selanjutnya keempat, menyarankan kepada pemerintah untuk memberikan fasilitas layak kepada anak. Kelima, pemerintah dan forum anak memberikan edukasi kepada pemerintah. Keenam, memohon kepada Dinas Pendidikan untuk meratakan konsep pendidikan ramah anak. Ketujuh, memohon kepada pemerintah untuk menindaklanjuti penggunaan miras, narkoba pada usia anak. Kedelapan, memohon kepada pemerintah mengenai pentingnya 1.000 hari awal kehidupan guna mencegah stunting, dan kesembilan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya eksploitasi anak.

Usai mendapat curhatan suara anak Jawa Timur tersebut, Khofifah Indar Parawansa langsung mencatat di buku kecil poin-point suara anak. “Terima kasih Dik Sharim atas curhatan yang mewakili suara anak Jawa Timur,” ujarnya.

Gubernur pertama perempuan di Jawa Timur itu juga menyatakan di era pandemi Covid-19 gizi anak harus ditingkatkan guna mencegah terjadinya stunting serta perlindungan pendidikan kepada anak-anak juga harus di-support.

“Di era pandemi Covid-19 pembelajaran sekolah dilakukan secara daring. Anak kota sangat mudah mengakses internet. Sebaliknya, anak desa terjauh tidak mudah mengakses internet belum lagi kondisi ekonomi orang tuanya. Untuk itu, dirinya berharap kepala desa menyediakan balai desanya sebagai solusi anak-anak yang tidak memiliki paket data internet,” ungkapnya.

Sementara Wabup Gresik, M.Qosim menuturkan, Kabupaten Gresik yang masih berstatus zona merah terus bergerak menciptakan kampung tangguh termasuk Wisata Setigi yang menjadi wisata tangguh.

“Saat ini penyebaran Covid-19 di Gresik agak melambat meski pasien yang terpapar positif ada 1.752 orang. Dari jumlah itu 5 persennya merupakan anak-anak yang terkonfirmasi positif,” tandasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar