Iklan Banner Sukun
Peristiwa

DPRD Kabupaten Pasuruan Soroti Penebangan Pohon Sonokeling

Pasuruan (beritajatim.com) – Penebangan pohon Sonokeling yang dilindungi mendapat perhatian dari anggota DPRD Kabupaten Pasuruan. Perhatian diungkap oleh Ketua Komisi I, Sigiarto, yang juga sebagai aktivis lingkungan di Kabupaten Pasuruan.

Sugiarto mengatakan bahwa kasus tersebut tak hanya disangkutkan dengan pasal 363 tentang pencurian. Namun, dirinya juga menjelaskan bahwa dalam kasus tersebut juga dijelaskan di Uindang-undang No 32 Tahun 2009, tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Kasus itu tak hanya disangkutkan dengan pasal 363 tentang pencurian. Jika ada barang bukti dan pelakunya bisa dikenakan dengan Undang-Undang No 32 tahun 2009, tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” ujar Sigik sapaan akrabnya, Sabtu (14/05/2022).

Sugik juga menyayangkan dengan pemotongan pohon tersebut seharusnya sesuai prosedur. Sehingga ada pengganti pohon setelah dipotong oleh yang bersangkutan.

Politisi dari Partai Golkar itu juga menjelaskan bahwa lokasi penanaman pohon tersebut dalam lingkup kawasan umum. Sehingga keberadaan pohon tersebut memberikan banyak manfaat bagi warga Pasuruan.

“Pohon itukan ada dikawasan umum sehingga sangat bermanfaat bagi manusia. Bisa menyerap air, memberikan oksigen, dan membersihkan udara dari racun,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, pohon dilindungi berjenis Sonokeling di Desa Bujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan telah ditebang. Pohon berukuran panjang 3,2 meter dan berdiameter 1 meter ini telah ditebang orang tak dikenal. [ada/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar