Hukum & Kriminal, Peristiwa

800 Personel Gabungan Disiagakan Untuk Amankan Libur Nataru di Malang

Apel Operasi Lilin Semeru di Mako Polresta Malang Kota.

Malang(beritajatim.com) – Sebanyak 800 personel gabungan terdiri dari TNI, Polri, dan Pemkot Malang disiagakan untuk pengamanan hari raya natal dan tahun baru di wilayah Kota Malang. Ada dua faktor yang menjadi fokus utama, pertama tindak pidana terorisme dan potensi kerumunan di masa pandemi Covid-19.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan 800 personel gabungan akan disebar di 3 pos pengamanan dan 2 pos pelayanan yang tersebar di sejumlah lokasi strategis. Dia menyebut, antisipasi tindak pidana terorisme menjadi satu fokus pengamanan. Polresta Malang Kota juga menerjunkan tim khusus untuk mengantisipasi kerawanan ini.

“Besok kita juga akan melakukan pengecakan tempat-tempat ibadah, pos pelayanan, dan pos pengamanan. Kemarin kita sudah monitor adanya penangkapan jaringan terorisme di sejumlah kota dan kabupaten. Seluruh tempat ibadah agama apapun kita berikan pengamanan secara maksimal,” kata Leonardus, Senin, (21/12/2020).

Leonardus mengatakan, personel gabungan juga akan melakukan patroli dan pantauan keamanan. Mereka juga tetap menggencarkan operasi yustisi. Sebab momen nataru kali ini masih berada dalam masa pandemi Covid-19.

“Operasi yustisi tetap dilakukan lima kali dalam sehari, itu belum termasuk yang di setiap kecamatan. Operasi penertiban protokol kesehatan, karena kita tidak mau ambil resiko ada penambahan kluster baru di momen natal dan tahun baru ini. Kita kerjasama dengan dinas kesehatan untuk menyediakan obat-obatan dan alat rapid test di setiap pospam dan posyan, serta di batas kota meliputi tol Madyopuro dan Graha Kencana,” papar Leonardus.

Operasi Lilin Semeru akan digelar selama 15 hari pada mulai 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021 tersebut, polisi juga tak akan segan membubarkan kegiatan yang melibatkan kerumunan massa. Personel gabungan tidak akan ragu untuk membubarkan segala macam kegiatan yang sifatnya pengumpulan massa.

Sementara itu, Walikota Malang, Sutiaji menilai jika masyarakat dan aparat keamanan harus ekstra waspada di momen nataru tahun ini. Selain potensi tindak pidana terorisme dan kriminalitas lain, potensi kerumunan orang juga patut diwaspadai. Sebab, penyebaran Covid-19 belum berakhir. Tren kasusnya cenderung naik.

“Kewaspadaan kita double, jadi harus lebih hati-hati. Di momen libur panjang bulan lalu Malang sempat ramai, lalu berujung dengan adanya fluktuasi kenaikan angka Covid-19,” tandasnya. (luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar