Iklan Banner Sukun
Peristiwa

716 CJH Asal Lamongan Bakal Berangkat Gelombang Pertama

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lamongan, Fausi, saat di ruang kerjanya

Lamongan (beritajatim.com) – Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lamongan Fausi mengatakan ada 716 calon jemaah haji (CJH) yang bakal berangkat menunaikan Ibadah Haji 1443H/2022 M ke Tanah Suci. Teknis pemberangkatannya dibagi dalam dua kloter (kelompok terbang). Masing-masing kloter terdiri dari sekitar 450 orang.

“Total kuota jemaah Indonesia sebanyak 100.051 dan akan dibagi dalam 241 kloter. Untuk Lamongan terbagi dua kloter. Karena Lamongan termasuk Wilker (Wilayah Kerja) Lamongan, Insya Allah pemberangkatannya masuk gelombang pertama,” ujar Fausi saat dihubungi wartawan, Rabu (11/5/2022).

Meski berdasarkan data dari Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh diketahui bahwa penyelenggaraan kloter pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan pada 4 Juni 2022, namun Fausi belum bisa memastikan secara persis terkait tanggal pemberangkatan untuk CJH Lamongan.

“Untuk kepastian tanggal berangkatnya belum tahu. Karena harus menunggu kepastian setelah pelunasan terakhir pada 20 Mei 2022. Sedangkan untuk jemaah yang bakal berangkat usianya maksimal 65 tahun dan minimal 18 tahun,” imbuh Fausi.

Lebih lanjut, Fausi menjelaskan, segala persiapan pemberangkatan haji tahun ini harus tetap dilakukan dengan baik. Nantinya, para jemaah mendapat layanan yang terbagi dalam dua kategori, yakni layanan dalam negeri dan layanan di luar negeri.

“Yang jelas, total kuota sebanyak 100.051 jemaah nantinya akan dibagi dalam 241 kloter. Sementara jumlah penerbangan diperkirakan sebanyak 236 kali dengan maskapai Garuda Indonesia maupun Saudia Airlines,” bebernya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun dari Direktur Layanan Haji Luar Negeri, Subhan Cholid, diketahui bahwa selama di Arab Saudi, jemaah akan mendapatkan tiga jenis layanan, yaitu akomodasi, konsumsi, dan transportasi.

Layanan akomodasi ini mengacu pada standar kualitas hotel, jarak ke Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, wilayah, harga, serta kemudahan akses transportasi bus shalawat (khusus di Makkah), dan distribusi katering.

Selain itu, penempatan jemaah haji di Makkah dilakukan dengan sistem zonasi berdasarkan asal embarkasi sesuai Keputusan Dirjen PHU Nomor 140 Tahun 2022. Sementara di Madinah, jemaah ditempatkan di hotel wilayah Markaziyah atau kawasan terdekat dari Masjid Nabawi.

Untuk konsumsi, jemaah mendapat layanan makan maksimal 119 selama berada di Makkah dan Madinah. Rinciannya, 75 kali layanan konsumsi di Makkah, 27 kali di Madinah, 16 kali di Arafah-Mina-Muzdalifah atau Armuzna (termasuk 1 paket snack Muzdalifah), dan satu kali makan di bandara Jeddah (saat kedatangan/ kepulangan).

Selanjutnya untuk mobilitas di Arab Saudi, Kemenag menyiapkan tiga jenis layanan transportasi darat. Pertama yaitu layanan transporasi antarkota. Untuk jemaah yang berangkat pada gelombang pertama, rutenya dari Bandara Madinah, Madinah, Makkah, lalu Bandara Jeddah. Untuk jemaah gelombang kedua, rutenya Bandara Jeddah, Makkah, Madinah, lalu Bandara Madinah. [riq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar