Peristiwa

Cerita Mudik ke Madura, Cari Ojek Sampai Naik Perahu Tuk Menyeberang ke Madura

Surabaya (beritajatim.com) – Supriyanto (45) meraup keuntungan banyak saat awal penutupan arus mudik resmi berlaku pada Jumat (6/5/2021) dini hari. Bagaimana tidak, iya menggunakan mobilnya untuk membantu para pemudik yang terlantar saat dini hari penerapan penutupan mudik. Mobil pribadi yang biasanya disewakan ini, dicarter oleh pemudik agar mereka bisa menyebrangi Jembatan Suramadu dan sampai di Pulau Madura.

Tak hanya menyewa ojek motor maupun mobil, ternyata menurut hasil pengamatan beritajatim.com di lokasi sekitar Jembatan Suramadu, perahu motor juga digunakan untuk menyeberangkan para pemudik. Hal ini dikarenakan pemudik naik kendaraan umum dan kendaraan mobil plat selain L,M dan W dihentikan. Oleh sebab itu para pemudik pun memutar otak agar bisa sampai ke kampung halaman.

Kepada beritajatim.com ia menjelaskan orang yang hendak menyewa agar bisa menyebrangi jembatan terpanjang di Indonesia ini harus membayar minimal Rp100.000. Jika membayar lebih maka akan diantar sampai ke rumah atau kampung halaman. “Lumayan saya dapat carter dan malam itu saya sampai dua kali bolak-balik antar pemudik,” jelas ayah dua anak yang tinggal di Tambak Wedi, Kenjeran, Surabaya, Sabtu (15/5/2021).

Menurut Supri kondisi ini juga dimanfaatkan oleh beberapa tetangganya. Para pemudik ini mencari rekan atau saudara yang kebetulan tinggal di Surabaya. Selanjutnya mereka dibantu untuk mencari travel atau sewa mobil di sekitar Suramadu. Makan perahu motor nelayan juga digunakan untuk membantu pemudik menyeberangi Selat Madura.

Meski tak sebanyak penyewa ojek motor maupun mobil, para pemudik yang menggunakan perahu ini tergolong unik karena mereka melakukan segala hal untuk sampai di kampung halaman. Sekali menyeberang, lanjut Supri, pemudik bisa menyewa perahu seharga Rp 200 ribu. Namun ada juga yang memanfaatkan kondisi dan membandrol hatga sampai Rp 400 ribu khusus pemudik di Bangkalan ini.

AKBP Ganis Setyaningrum menjelaskan, pemudik yang mencuri start namun sampai di Suramadu saat penyekatan memang cukup banyak. Tercatat ada 22 bus yang dihentikan dan diturunkan saat malam pertama penutupan. Tak hanya itu ratusan motor dan mobil juga disuruh putar balik. Namun para pemudik yang dikenal istilah Torun ini.

Para pemudik dari Jawa Tengah, DIY, Jabar dan DKI Jakarta lebih memilih memakai mobil pribadi atau kendaraan umum seperti bus. Namun, mereka sempat tertahan dan kemudian bisa pulang meski harus berusaha sekeras mungkin. “Banyak cara pemudik melakukan itu (pulang kampung.red). Bahkan kami juga menemukan ada travel khusus membawa barang saja. Pemudik jalan kaki atau pake cara lain di antar sampai setelah jembatan,” paparnya.

Meski banyak yang sudah mudik, bekan Jalan Tol berbayar Jembatan Suramadu ini masih akan dijega kekat sampai tanggal 17 Mei mendatang. Penjagaan ketat dari dua arah dan melibatkan dua Polres. Diantaranya Polres Bangkalan dan Polres KP3 Tanjung Perak.

“Masih akan kita jaga ketay sampai tanggal 17 Mei nanti. Masyarakat tetap kita imbau jangan mudik, karena ditakuti akan membawa Surabaya tak mencapai titik hijau dsri Virus Corona. Yang artinya banyak orang sakit karena virus ini,” tandas Ganis.(man/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar