Peristiwa

Operasi Lantas Tertib Tangguh, Surabaya Tindak 597 Pelanggar, 48 di Antaranya ASN

Petugas saat melakukan penertiban pengendara dalam operasi Lantas Tertib Tangguh Semeru di Jalan A Yani, Surabaya, Senin (12/10/2020). (Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Masih banyak pelanggaran lalulintas dan protokol kesehatan di Kota Surabaya. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya penindakan pelanggaran dalam dua kali operasi di Surabaya, Senin (12/10/2020), tercatat petugas menindak 597 pelanggaran. Dari total tersebut, data kepolisian menyebutkan bahwa 48 di antaranya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Candra menjelaskan, operasi dilakukan di dua titik dan waktu yang berbeda. Dua titik tersebut yakni Frontage Jl A Yani dan Jalan Wonokromo.

“Untuk di Jalan A Yani jam 7 pagi dan di Wonokromo jam 2 siang. Ada 597 penindakan dari pekerjas swasta, pelajar, mahasiswa dan ASN,” jelasnya kepada beritajatim.com.

“Operasi ini menindak dari pelanggaran protokol kesehatan dan pelanggaran lalulintas,” lanjut Teddy.

Lebih lanjut perwira melati dua ini menjelaskan, para pengendara yang terjaring ini adalah pengendara mobil, sepeda motor, bus atau truk dan juga angkutan umum. Tercatat ada 404 kendaraan roda dua, dan 135 pengendara mobil yang ditilang.

Teddy menyayangkan, para orangtua memberikan izin anak belum cukup umur mengendarai kendaraan sendiri. Dalam operasi tersebut, petugas juga menemukan adanya 63 anak belum cukup umur. Sedangkan 127 pelanggar di antaranya tak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan 63 diantaranya anak-anak.

“Masih banyak orangtua yang melepaskan anaknya berkendara sendiri. Padahal secara psikologis belum bisa mengontrol emosi dan juga belum memiliki SIM. Ada 63 anak yang kita tilang totalnya,” lanjut Teddy.

Sementara dalam operasi, petugas juga menerapkan protokol kesehatan. Baik itu dalam proses pemeriksaan pengendara maupun proses penindakan pendataan pelanggar. Sehingga, diharapkan pada operasi yang dilakukan oleh Unit Lalulintas ini bisa menekan angka kecelakaan maupun penyebaran virus corona di Kota Surabaya. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar