Iklan Banner Sukun
Peristiwa

600 Kilometer Jalan di Jember Mulai Diperbaiki

Salah satu ruas jalan yang diaspal [foto: istimewa]

Jember (beritajatim.com) – Sejumlah proyek penunjukan langsung untuk perbaikan jalan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sedang dikerjakan dan diperkirakan selesai pada akhir Oktober 2021. Sementara proyek tahun jamak (multiyears) segera dilelang setelah perencanaan selesai dan diperkirakan dimulai pada November 2021.

“Kemarin tender perencanaan sudah selesai, dan saat ini sudah masuk tender fisik. Untuk multiyears, paling lambat awal November 2021 sudah mulai pengerjaan fisik dan selesai pada Mei 2022,” kata Bupati Hendy Siswanto.

Pemkab Jember memilih anggaran tahun jamak karena tidak memiliki cukup dana untuk menyelesaikan perbaikan total 1.080 kilometer jalan dalam waktu satu tahun anggaran. “Kontraktor yang ikut tender ini harus punya kapital, punya modal cukup besar, minimal 20 persen dari nilai kontrak, karena kami cuma bisa membayar uang muka dan termin (pembayaran) berikutnya menunggu APBD 2022,” kata Hendy.

Anggaran tahun jamak ini dipergunakan membiayai perbaikan jalan yang rusak berat. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Rahman Anda membenarkan ada 30 paket kegiatan pengaspalan jalan yang termasuk dalam lelang tahun jamak atau multiyears. “Insya Allah pada November 2021 sudah berkontrak,” katanya.

Rahman mengatakan, total ada 1.080 kilometer jalan yang harus diperbaiki di Kabupaten Jember dengan beragam tingkat kerusakan. Saat ini, 62 paket pengerjaan jalan sepanjang kurang lebih 600 kilometer di luar anggaran tahun jamak dan penunjukan langsung sudah selesai dilelang dan dalam proses berkontrak untuk dikerjakan.

“Kami dalam proses pelaksanaannya melakukan pengawasan. Setelah pelaksanaannya selesai, kami melakukan uji kualitas terhadap aspal yang sudah digelar di lokasi dengan melihat ketebalan dan kepadatan,” kata Rahman.

Bupati Hendy Siswanto sempat menemukan jalan yang baru diaspal memiliki kualitas buruk. “Kami langsung turun ke lokasi. Dari uji ketebalan, ada beberapa titik yang masih di luar toleransi yang dipersyaratkan. Jadi rekanan melakukan perbaikan,” kata Rahman. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar