Peristiwa

60% Remaja 16 Tahun di Indonesia Sudah Bersanggama

Ilustrasi berhubungan seksual yang apabila lama tak dilakukan justru dapat berdampak negatif untuk kesehatan. (Sumber foto: cottonbro studio/Pexels)
Ilustrasi berhubungan seksual yang apabila lama tak dilakukan justru dapat berdampak negatif untuk kesehatan. (Sumber foto: cottonbro studio/Pexels)

Blitar (beritajatim.com) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) mengungkapkan fakta mengejutkan melalui program edukasi bidan dan intervensi stunting Kabupaten Blitar 2023.

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, mengungkapkan bahwa 60 persen remaja berusia 16 tahun di Indonesia telah terlibat dalam hubungan seksual atau sanggama untuk pertama kalinya.

Sementara itu, 20 persen sisanya melakukan hubungan seks saat berusia 14-15 tahun. Menurut Hasto, usia awal hubungan seks remaja di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Blitar, mengalami perkembangan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi ini tentu memerlukan perhatian bersama. Edukasi seks, terutama terkait kesehatan reproduksi, perlu diajarkan secara benar dan menyeluruh kepada anak-anak. Namun, sayangnya, pendidikan seks di Indonesia, termasuk di Blitar, masih menjadi hal yang tabu untuk dibahas.

“Hal yang perlu diakui adalah bahwa usia remaja yang pertama kali melakukan hubungan seks semakin dini. Rata-rata mereka sudah berhubungan seks saat usia 16 hingga 17 tahun,” ujar Hasto usai menghadiri acara Program Edukasi dan Intervensi Stunting di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar, pada Selasa (22/8/2023).

BACA JUGA:
Hamil dan Takut Zina, 187 Anak Blitar Minta Dispensasi Nikah

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Blitar, melalui Hankam Indoro, tidak menyangkal apa yang disampaikan oleh Kepala BKKBN. Tingginya jumlah dispensasi kawin yang diajukan oleh remaja di Kabupaten Blitar menunjukkan bahwa usia awal hubungan seksual saat ini telah mengalami pergeseran.

Meskipun demikian, Hankam belum dapat mengonfirmasi jumlah remaja di Kabupaten Blitar yang telah terlibat dalam hubungan seksual pertama mereka pada usia 16 tahun. Untuk memahami hal ini dengan lebih pasti, DP3APPKB Kabupaten Blitar memerlukan pendataan lebih lanjut.

“Dengan memperhatikan permohonan dispensasi anak yang ada saat ini, kemungkinan besar demikian adanya. Namun, untuk konfirmasi yang lebih akurat, diperlukan pendataan lebih lanjut,” ungkap Hankam.

BACA JUGA:
Cawu I 2023, 83 Dispensasi Nikah Masuk PA Mojokerto

Dampak negatif dari hubungan seks usia dini mengintai remaja di Blitar dan Indonesia secara umum. Dampak yang paling nyata adalah kehamilan di luar pernikahan. Oleh karena itu, pengawasan yang ketat dari para orang tua terkait pergaulan anak-anak perlu diterapkan.

Data dari DP3APPKB Kabupaten Blitar mencatat bahwa sejak awal tahun hingga Juni 2023, terdapat 108 kasus dispensasi kawin yang diajukan. Yang mengkhawatirkan, 40 kasus dispensasi kawin di antaranya berhubungan dengan remaja yang hamil akibat hubungan seks di luar pernikahan. [owi/beq]


Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks



Apa Reaksi Anda?

Komentar