Peristiwa

6 Desa di Kabupaten Mojokerto Dilanda Kekeringan

Warga mengambil air dan mandi di sumur sawah karena sumur warga kering. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkab Mojokerto menyatakan, ada tiga kecamatan dari 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto dilanda kekeringan saat musim kemarau panjang ini. Setidaknya ada enam desa di tiga kecamatan tersebut mengalami kekurangan air bersih.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, tiga kecamatan tersebut yakni Ngoro, Trawas dan Dawarblandong. “Ada 4 desa di Kecamatan Ngoro, 1 desa di Trawas dan 1 desa di Dawarblandong,” ungkapnya, Kamis (31/10/2019).

Empat desa di Kecamatan Ngoro yakni Desa Kunjorowesi, Manduromanggunggajah, Kutogirang dan Wotanmas Jedong. Satu Desa di Kecamatan Trawas yakni Duyung dan satu desa di Kecamatan Dawarblandong yakni Simongagrok. Pemkab Mojokerto melalui keputusan Bupati Mojokerto sudah menyatakan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan sejak bulan Juni lalu.

“Untuk Kecamatan Kutorejo tidak ada laporab baik dari camat maupun kades sehingga tidak masuk tanggap darurat.┬áItu krisis air karena masih ada sumber air di sekitar, kalau warga mengambil paling dekat 3 KM baru masuk kategori kekeringa. Tapi kalau ada laporan, akan kita sikapi,” jelasnya.

Zaini menegaskan, terkait adanya sumur warga kering di Dusun Kepuharum, Kecamatan Kutorejo, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto akan terjun ke lokasi. Tim diturunkan untuk melakukan assessment, jika ada kekeringan maka SK akan dirubah.

BPBD Kabupaten Mojokerto, lanjut Zaini, sejak terbit Surat Keputusan (SK) Bupati Mojokerto pada bulan Juli lalu, langsung melakukan pengiriman bantuan air bersih ke desa terdampak. Bantuan air bersih diberikan kepada desa terdampak di enam desa yang ada di tiga kecamatan setiap hari.

“Ya sejak bulan Juli, SK Bupati Mojokerto menjadi dasar pengiriman air. Bantuan air bersih diberikan kepada desa yang sudah masuk kategori tanggap darurat. Sejak diterbitkan SK tersebut, tiap hari BPBD wajib mencukupi kebutuhan warga akan air bersih,” jelasnya.

Sebelumnya, Ssejumlah warga di Desa Kepuharum, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto berbondong-bondong mengambil air yang ada di sumur sawah. Ini menyusul, air sumur di rumah warga kering. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar