Peristiwa

57 Rumah Rusak Akibat Ledakan Pabrik Bioetanol Mojokerto, Ini Permintaan Warga

Puluhan rumah di Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto yang mengalami kerusakan. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dari hasil pendataan diketahui, ada 57 rumah warga di sekitar pabrik bioetanol PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, rusak akibat ledakan pada, Senin (10/8/2020). Tak hanya meminta ganti rugi berupa material bangunan atau uang tunai, warga juga minta ganti rugi secara psikis.

Salah satu warga Dusun Sukosewu, Desa Gempolkrep, Heru (49) mengatakan, warga menutut ganti rugi dari pihak anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara X (Persero) tersebut. “Tadi pagi saya sudah di data terkait ganti rugi dari pihak manajemen perusahaan PT Barata Indonesia (Rekanan PT Enero),” ungkapnya, Selasa (11/8/2020).

Masih kata Heru, warga berharap pihak perusahaan memberikan ganti rugi tidak hanya materil namun juga secara psikis. Ini karena dampak dari ledakan yang menyebabkan satu korban tewas dan 20 korban mengalami luka bakar tersebut membuat banyak warga trauma pasca kejadian ledakan pada, Senin sore kemarin.

“Orang tua saya sampai ketakutan usai terjadi ledakan jadi mengungsi di rumah saudara, anak saya yang paling kecil juga tidak mau tidur di rumah karena takut terjadi kejadian serupa. Keinginan kami bukan soal ganti rugi bentuk materil atau materi namun kedepannya ini seperti apa kalau seandainya terjadi ledakan lagi,” katanya.

Menurutnya, jika soal materi mudah tapi mengenai psikis menyangkut persoalan nyawa. Kondisi rumahnya rusak cukup parah akibat efek guncangan dari ledakan pabrik bioetanol. Ledakan tersebut mengakibatkan dinding tembok retak sekitar satu meter di ruangan tengah dan ruang televisi di dalam rumahnya.

“Kaca pecah pada bagian depan rumah sekitar 1 meter x 1,5 meter. Genteng rumah pecah dan tidak presisi sehingga harus diperbaiki. Mungkin karena jarak rumah dari lokasi titik ledakan tangki hanya sekitar 100 meter. Terpenting kedepannya bagaimana agar tidak sampai terjadi seperti ini dan setidaknya ada perhatian dari perusahaan terhadap warga setempat,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Gedeg, AKP Eddie Purwo Santoso mengatakan, pihaknya mendampingi proses pendataan yang dilakukan oleh Aparatur Desa Gempolkrep dan perusahaan. “Sementara ada 57 rumah warga rusak yang kemungkinan bisa bertambah karena sampai sekarang masih dilakukan pendataan,” tegasnya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar