Peristiwa

5 Tahun Terpisah dari Keluarga, Kakek 80 Tahun Asal Blitar Ditemukan di Madiun

Blitar (beritajatim.com) – Tangis bahagia mengiringi pertemuan antara kakek Kusdi dan keluarganya di Madiun Jawa Timur. Kakek 80 tahun tersebut terpisah dari keluarganya di desa Gogodeso Kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar sejak 5 tahun silam.

Pada tahun 2018 lalu, kakek yang setiap hari bekerja sebagai petani tersebut tiba-tiba hilang dan tidak pulang ke rumahnya di dusun Dogong desa Gogodeso Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Pihak keluarga pun telah melakukan berbagai upaya pencarian mulai dari menyebar informasi terkait orang hilang hingga menghubungi pihak Kepolisian, namun hasilnya masih nihil.

Pihak keluarga pun sempat putus asa untuk mencari keberadaan Kusdi.

“Jadi awalnya itu bapak Kusdi ini pulang dari mencari rumput Tapi kan biasanya pulang ke rumah ini kok tidak pulang-pulang terus ada Seorang warga yang melihat bagus ini berjalan ke arah kota dari sejak itulah Pak Kardi ini tidak pernah pulang ke rumahnya di desa gogodeso Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar,” kata Mohammad Galih Nugroho kepala dusun Dogong kepada beritajatim.com, Rabu (18/01/2023).

Setelah 5 tahun terpisah dengan keluarganya kakek Kusdi bertemu kembali dengan keluarganya yang ada di Blitar Jawa Timur. Kakek 80 tahun tersebut menceritakan bahwa selama 4 tahun hilang, dirinya tinggal di sebuah rumah kosong di desa Karangjanti Kabupaten Madiun Jawa Timur.

Kondisi kakek berusia 80 tahun tersebut pun tidak terurus rambutnya panjang dan makan seadanya. Kusdi hanya makan dari pemberian warga sekitar karena dirinya tidak bekerja selama di Madiun.

Kusdi sendiri memang mengalami keterbelakangan mental sejak ada permasalahan di keluarganya. Kakek 80 tahun tersebut sering tidur di rumah kepala dusun Dogong desa Gogodeso Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.

Sebelum meninggalkan rumah di Kanigoro Kabupaten Blitar, Kusdi tidak pernah bepergian jauh sendiri. Pihak keluarga pun tidak mengira jika kakek 80 tahun tersebut nekat berjalan kaki dari Blitar menuju Madiun.

“Jadi bapak Kusdi ini, belum pernah bepergian jauh tapi tidak tahu ya kenapa tiba-tiba kok hilang dan ditemukan di Madiun, memang bapak Kusdi ini memiliki keterbelakangan mental sejak ada permasalahan ya dengan keluarga,” imbuhnya.

Kakek 80 tahun tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang perempuan bernama Desi. Saat ditemukan kakek 80 tahun tersebut berada di dalam sebuah rumah kosong dan dalam kondisi kelaparan.

Desi pun kemudian memberikan makanan dan memberikan baju baru untuk digunakan oleh Kusdi. Dari situ Desi kemudian menitipkan kakek 80 tahun tersebut ke Dinas Sosial Kabupaten Madiun.

Informasi itu pun kemudian ditindaklanjuti oleh Dinsos Madiun ke pihak keluarga di desa Gogodeso Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Pihak keluarga yang mendapat informasi kemudian langsung berangkat ke Madiun untuk menjemput kakek berusia 80 tahun tersebut.

Kini kakek 80 tahun itu telah kembali ke rumahnya di desa Gogodeso Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.

“Jadi awalnya kakek Kusdi ini ditemukan oleh warga bernama Desi Kemudian oleh Desi dirawat dan diberikan pakaian kemudian dititipkan di shelternya dinsos, kami dari pihak keluarga menjemput kakek 80 tahun tersebut ke Madiun,” jelasnya.

Setelah dibawa pulang ke desa Gogodeso Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar, kakek Kusdi dibuatkan rumah oleh warga sekitar dan anak cucunya. Rumah tersebut didirikan di belakang rumah kepala dusun Dogong desa Gogodeso Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.

Hal itu dilakukan lantaran kakek 80 tahun tersebut, mau pulang ke rumah anak atau cucunya dan memilih untuk tinggal bersama kepala dusun Dogong desa Gogodeso Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Anak cucu Kusdi pun menyetujui permintaan Kusdi. Bagi keluarga saat ini yang terpenting adalah kakek Kusdi sudah kembali ke kampung halaman.

“Ya sekarang masyarakat dan keluarga mendirikan rumah untuk kakek Kusdi, dibelakang rumah saya yang terpenting sudah pulang kampung halaman,” pungkasnya. (owi/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar