Peristiwa

BPBD Kabupaten Mojokerto

5 Dusun di Dawarblandong Mojokerto Terendam Banjir, Plengsengan di Kecamatan Jetis Jebol

Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mencatat, selain empat dusun di tiga desa di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto yang terendam banjir akibat jebolnya tanggul Kali Lamong, masih ada satu desa lagi terdampak. Yakni Dusun Talunsudo, Desa Gunungan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, bedasarkan Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Juanda cuaca di wilayah Kabupaten Mojokerto terpantau hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. “Hujan dengan durasi cukup lama,” ungkapnya, Minggu (13/12/2020).

Sehingga mengakibatkan luberan di Desa Talunsudo, Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Akibatnya, tiga rumah warga tergenang oleh air luberan dengan ketinggian antara 30 cm sampai 50 cm. Sementara ketinggian air di jalan antara 50 cm sampai 70 cm.

“Selain menyebabkan 3 rumah dan jalan desa terendam, luapan air juga menyebabkan lahan persawahan warga terdampak. Tanaman padi sekitar 2 hektar terendam. Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang berdurasi cukup lama juga terjadi di 3 desa lainnya,” katanya.

Zaini menjelaskan, di Dusun Klanting, Desa Pulorejo ada 14 rumah warga tergenang air luapan anak sungai Lamong dengan ketinggian air didalam rata-rata antara 40 cm sampai 50 cm. Ketinggian air di jalan antara 80 cm sampai 100 cm, sedang lahan pertanian seluas 4 hektar.

“Lahan pertanian yang terdampak yaitu tanaman tebu dengan umur 1 bulan dengan luas kurang lebih 4 hektar. Di Dusun Brak, Desa Talunblandong ada 20 rumah warga tergenang air luapan Kali Lamong dengan ketinggian air didalam rumah bervariasi. Antara 20 cm sampai 30 cm,” ujarnya.

Sementara ketinggian air di jalan antara 15 cm sampai 20 cm dan lahan pertanian yang terdampak yaitu tanaman tebu dengan umur 1 bulan serta luas kurang lebih 4 hektar. Di Dusun Pulo, Desa Pulorejo, air merendam 28 rumah dan dua dusun di Desa Banyulegi yakni Dusun Ngarus dan Balong ada 40 rumah terendam.

“Namun air di Dusun Talunsudo, Desa Gunungan yang menggenangi rumah warga maupun di jalan desa berangsur-angsur surut hingga surut total. Sampai dengan saat ini, air banjir luapan Kali Lamong di Desa Pulorejo dan Banyulegi masih belum surut (trend air naik) dan di Dusun Talun Bra, Desa Talunblandong juga masih belum surut (trend air turun),” jelasnya.

Selain merendam lima desa di empat desa di Kecamatan Dawarblandong, tambah Zaini, juga terjadi Di Dusun Bantengan, Desa Bendung, Kecamatan Jetis, masih kata Zaini, tanggul penahan saluran irigasi tergerus oleh derasnya arus air membuat plengsengan jebol sehingga menyebabkan 14 rumah terputus.

“Tanggul penahan saluran irigasi yang tergerus oleh derasnya arus air pada jalan penghubung di Dusun Bantengan RT 1 2 3 RW 7 menuju RT 4 RW 7 Desa Bendung, Kecamatan Jetis jebol. Plengsengan yang jebol terasi sepanjang 50 meter, lebar 3 meter dan tinggi 2 meter,” urainya.

Akibatnya, lahan persawahan dengan tanaman padi seluas kurang lebih 1,5 hektar terendam. Sebanyak 140 rumah warga dengan 140 Kepala Keluarga (KK) yang berada di RT 1, 2, 3 RW 7 akses jalan terputus dikarenakan tanggul penahan saluran irigasi yang tergerus merupakan jalan akses utama.

“Akibatnya, warga harus memutar lebih jauh kurang lebih 5 KM. Untuk Dusun Bantengan, Desa Bendung, Kecamatan Jetis kita akan lakukan penanganan darurat sehingga dibutuhkan glangsing dan material pasir,” tegasnya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar