Peristiwa

Larangan Mudik

5 Bus Mini Diminta Putar Balik di Perbatasan Jatim-Jateng

Tuban (beritajatim.com) – Kegiatan penyekatan terhadap para kendaraan penumpang dan juga para pemudik dalam rangka larangan Mudik 2020 masih terus dilakukan oleh petugas gabungan dari jajaran Polres Tuban bersama Dinas Perhubungan dan juga TNI serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban di wilayah perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah.

Penyekatan di wilayah Jawa Timur ujung barat di jalur Pantura Tuban itu dilakukan di dua titik yakni di Kecamatan Jatirogo dan di Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.

Dalam pelaksanaan penyekatan kali ini petugas mengembalikan lima bus penumpang dan juga dua mobil pribadi yang akan masuk wilayah Jawa Timur dan membawa pemudik itu.

Kegiatan penyekatan untuk para pemudik itu dilakukan guna mencegah adanya warga luar KabupatennTuban atau luar Jawa Timur yang akan memasuki wilayah Jatim ini.

Sejumlah kendaraan penumpang umum maupun kendaraan pribadi yang datang dari arah Jawa Tengah kemudian dilakukan pemeriksaan secara ketat terutama identitasnya.

“Kegiatan penyekatan ini adalah berkaitan dengan Operasi Ketupat Semeru 2020 yang berlangsung selama 37 hari. Dalam operasi ketupat tahun ini kita melakukan penyekatan dan melakukan filter khusus kendaraan baik umum maupun pribadi yang mengangkut pemudik,” terang AKP Argo Budi Sarwono, Kasat Lantas Polres Tubab.

Sebelum dilakukan pemeriksaan identitasnya, sejumlah penumpang dan pengemudi mobil pribadi maupun mobil umum terlebih dahulu dilakukan tes kesehatan suhu tubuhnya. Selanjutnya, mereka diperiksa identitasnya untuk mengetahui apakah yang bersangkutan merupakan warga Jawa Timur atau merupakan warga luar dari Jawa Timur.

“Hasilnya tadi ada limo bus kecil dan dua mobil pribadi dari arah Jawa Tengah kita putar balik. Untuk Bus AKAP maupun AKDP sudah nihil (tidak ditemukan),” tambahanya.

Sementara itu, selain melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan umum dan kendaraan pribadi, petugas gabungan yang ada di wilayah perbatasan Jatim-Jateng itu juga melakukan pemeriksaan sejumlah kendaraan truk barang. Hal tersebut dilakukan guna sebagai antisipasi jangan sampai terdapat pemudik yang nekad dengan menggunakan kendaraan barang.

“Kita melakukan pemeriksaan kendaraan barang itu sebagai antisipasi jangan sampai ada pemudik yang nekad dengan naik kendaraan barang. Dari hasil pemeriksaan tadi, hasilnya tidak kita temukan pemudik yang menggunakan kendaraan barang,” tegasnya.

Sementara itu, sampai dengan sejauh ini untuk kendaraan arus lalu lintas di jalur Pantura Tuban masih cenderung normal dan terbilang ramai dengan didominasi kendaraan barang. Pasalnya selama ini Jalur Pantura Tuban merupakan jalan akses nasional sebagai lintasan kendaraan besar maupun kendaraan barang lainnya.[mut/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar