Peristiwa

400 Prajurit Yonif 521 Kediri Segera Dikirim ke Papua, Ini Pesan Pangdam V Brawijaya

Kediri (beritajatim.com) – Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto melakukan pengecekan langsung kesiapan pasukan Satgas Pam Daerah Rawan (Pamrahwan) Papua dari Yonif Mekanis 521 Dadaha Yodha Kediri. Pangdam memastikan seluruh prajurit TNI telah siap menjalankan tugasnya.

Saat tiba di Markas Yonif Mekanis 521 Dadaha Yodha Kediri, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto langsung disambut oleh sejumlah perwira TNI. Selanjutnya, Pangdam V Brawijaya memimpin apel kesiapan di lapangan Markas Yonif 521 Kediri.

Sebanyak 400 prajurit TNI ini akan diberangkatkan menuju ke Papua. Mereka bakal ditempatkan di sejumlah daerah rawan serangan Kelompok Sparatis Bersenjata seperti Puncak Jaya, Paniai, Dogiyai hingga Intan Jaya selama kurang lebih 9 bulan. Untuk itu, Pangdam V Brawijaya memastikan seluruh keperluan mereka telah siap, mulai dari kebutuhan logistik, obat-obatan hingga persenjaan.

“Hari ini saya sengaja di Batalyon 521 Dadaha Yodha Kediri akan berangkat ke Papua menggantikan Batalyon 500 Rider di Kabupaten Intan Jaya. Disana mereka akan melaksanakan tugas pengamanan di daerah rawan. Artinya, memang daerah penugasan daripada Batalyon ini cukup rawan, akibat beberapa minggu atau beberapa hari ini terjadi peningkatan ekskalasi gangguan kemanan di Propinsi Papua,” kata Mayjen TNI Suharyanto, Selasa (27/4/2020) sore.

Pangdam V Brawijaya juga berpesan kepada anggotanya untuk benar benar menyiapkan diri. Sebab, dalam minggu-minggu terakhir ekskalasi gangguan keamanan di Papua yang meningkat. Para prajurit harus tetap waspada, serta disiplin menerapkan strategi pengamanan dan pertempuran, yang sebelumnya didapat dari latihan.

“Sengaja saya datangkan langsung supaya meningkatkan moril dan semangat anggota saya yang akan berangkat. Ada 400 orang yang akan berangkat ke Papua. Dua hari lagi, mereka akan diperiksa oleh Asops Kepala Staf Angkatan Darat untuk melihat kesiapan. Dan nanti sebelum beragnkat juga akan diperiksa oleh Asops Panglima TNI. Mereka secara personil sudah latihan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut. Dan materiilnya sudah dipersiapkan serta sudah saya cek angsung,” tegas Pangdam.

Hal lain yang dipersiapkan sebelum keberangkatan, ditegaskan oleh Pangdam v Brawijaya adalah kebutuhan obat-obatan dan vitamin untuk berjaga-jaga dari ancaman Covid-19. Selai selalu waspada, pihaknya menginginkan para prajurit juga tetap menjaga protokol kesehatan di medan operasi.

“Saya sudah sampaikan kepada mereka bahwa tugas adalah kehormatan daripada prajurit. Tugas merupakan salah satu yang menjadikan prajurit itu berbangga adalah melaksana tugas operasi. Disamping itu harus tetap disiplin, semangat dan berbuat baik dengan masyarakat sekitar,” pesannya.

Saat ini situasi Papua semakin memanas. Sejumlah kelompok kriminal bersenjata dan sparatis terus melakukan gangguan terhadap anggota TNI yang bertugas disana. Bahkan, terakhir Kepala BIN Brigadir Bagus Putu menjadi korban penembakan kelompok KKB. Hingga akhirnya Presiden Jokowi menginstruksikan untuk memerangi kelompok tersebut hingga ke akar-akarnya.  [nm/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar